Suara.com - Penunjukan John Herdman sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia membawa angin segar bagi perkembangan sepak bola tanah air.
Meski demikian terdapat kepastian bahwa sosok Nova Arianto tidak akan terlibat dalam staf kepelatihan pelatih asal Inggris tersebut.
PSSI secara resmi telah mengumumkan kedatangan John Herdman sebagai pelatih utama sejak hari Sabtu tanggal 3 Januari 2026.
Langkah ini diambil federasi untuk meningkatkan level kompetisi internasional yang akan dihadapi oleh tim nasional senior nantinya.
Keputusan mengenai absennya Nova Arianto didasari oleh peran krusial yang saat ini ia pegang secara mandiri.
Fokus Utama Nova Arianto Pada Timnas U-20
Nova Arianto kini diberikan mandat penuh untuk memimpin perjalanan prestasi Timnas Indonesia kategori usia di bawah 20 tahun.
Federasi menilai beban kerja sebagai pelatih kepala sudah sangat menyita waktu serta konsentrasi mantan pemain Persib tersebut.
Agenda internasional yang sangat padat bagi skuad U-20 menjadi alasan utama mengapa ia harus menetap di posisinya.
Baca Juga: John Herdman Puji Proyek Naturalisasi Timnas Indonesia, Kode akan Dilanjut?
Sumardji selaku Ketua Badan Tim Nasional memberikan penjelasan detail mengenai pembagian tugas yang sangat spesifik ini kepada publik.
Keputusan ini juga bertujuan agar stabilitas performa tim muda Indonesia tetap terjaga tanpa adanya gangguan jadwal asisten.
Pernyataan Resmi BTN Mengenai Pembagian Tugas
“Nova sudah kami plotkan menjadi pelatih Timnas U-20. Dia punya tanggung jawab yang cukup besar karena agenda U-20 ke depan juga banyak, sehingga dia lebih fokus ke arah sana,” kata Sumardji saat dihubungi wartawan.
Ungkapan tersebut mempertegas bahwa PSSI tidak ingin membagi konsentrasi Nova yang sedang berada dalam tren positif.
Selain itu Herdman hanya diizinkan membawa sekitar dua sampai tiga orang tenaga ahli dari luar negeri saja.