- Emmanuel Petit mengkritik keras pemecatan Enzo Maresca di Chelsea akibat konflik internal klub dan perbedaan visi.
- Petit menilai manajemen Chelsea dan Manchester United terlalu fokus pada aspek finansial tanpa visi jangka panjang jelas.
- Ia memuji Arsenal sebagai contoh klub yang sukses berkat kesabaran dan kepercayaan berkelanjutan terhadap manajernya.
Suara.com - Legenda timnas Prancis dan Chelsea, Emmanuel Petit, meluapkan kekesalannya terhadap situasi internal Chelsea menyusul pemecatan Enzo Maresca.
Dalam siaran langsung talkSPORT, Petit bahkan sempat melontarkan umpatan yang membuatnya harus meminta maaf.
Pemecatan Enzo Maresca dari kursi pelatih Chelsea yang dikonfirmasi pada Hari Tahun Baru menjadi puncak dari konflik panjang antara sang pelatih dan jajaran petinggi klub.
Salah satu pemicu utama adalah perbedaan pandangan soal peran departemen medis, di mana pihak klub ingin struktur tersebut berdiri independen dan tidak sepenuhnya berada di bawah kendali manajer.
![Daftar pelatih asal Italia di Chelsea [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/01/01/64797-pelatih-italia-di-chelsea.jpg)
Berbicara di studio talkSPORT bersama Sam Matterface, Alex Crook, dan Gabby Agbonlahor, Petit menyuarakan kekecewaan yang selama ini juga dirasakan para pendukung Chelsea terhadap kepemilikan BlueCo.
“Tidak ada visi, mereka tidak bisa melihat masa depan,” ujar Petit.
“Semuanya hanya soal uang, uang, dan uang. Saya mengerti, itulah sepak bola modern. Tapi bukan berarti Anda tidak bisa punya visi jangka panjang dan berpegang pada itu.”
Pernyataan Petit sejalan dengan hasil survei Chelsea Supporters’ Trust yang menunjukkan lebih dari separuh fans tidak yakin klub bisa meraih kesuksesan di lapangan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Petit juga menyinggung situasi serupa yang dialami Ruben Amorim di Manchester United, di mana campur tangan petinggi klub terhadap urusan teknis dinilai menjadi sumber masalah.
Baca Juga: Tetangga Arsenal dan Chelsea Kacau Balau: Pemain Ribut dengan Fans, Pelatih Buat Ulah
“Ini mirip dengan apa yang terjadi di Manchester United. Amorim bereaksi dengan caranya sendiri, tapi esensinya sama, hubungan antara pelatih dan orang-orang di atas tidak sehat,” ucap Petit.
Ia bahkan mempertanyakan daya tarik profesi pelatih di era sekarang.
“Banyak orang bertanya kenapa saya tidak mau jadi manajer. Untuk apa? Datang ke tempat latihan setiap hari dengan sakit kepala, berurusan dengan pemain, media, dan terutama bos?” katanya dengan nada sinis.
Menurut Petit, campur tangan non-teknis terhadap keputusan pelatih adalah hal yang tidak masuk akal, bahkan ia tak bisa membayangkan Sir Alex Ferguson menerima perlakuan serupa.
Di tengah kritik terhadap Chelsea dan Manchester United, Petit justru menyoroti Arsenal sebagai contoh klub yang bersabar dan konsisten dengan visi.
Ia mengingatkan bahwa Mikel Arteta sempat berada di bawah tekanan besar selama dua tahun pertama, namun manajemen Arsenal tetap memberinya kepercayaan.
“Lihat apa yang terjadi sekarang. Mereka mungkin baru memenangkan FA Cup, tapi Arsenal berada di jalur yang tepat untuk menjuarai Premier League. Anda bisa melihat DNA tim itu di lapangan,” kata Petit.
Kontributor: M.Faqih