- Deputy CEO Persib, Adhitia Putra Herawan, menanggapi maraknya calo tiket laga kontra Persija di GBLA pada 11 Januari 2026.
- Adhitia mengimbau Bobotoh waspada terhadap calo yang menjual tiket karena tiket resmi belum dicetak dan berpotensi palsu.
- Manajemen Persib berkoordinasi dengan polisi menyisir lokasi calo dan menindak tegas praktik penjualan tiket palsu.
Suara.com - Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, memberikan tanggapan mengenai kekisruhan terkait tiket pertandingan menghadapi Persija Jakarta.
Pertandingan Persib Bandung vs Persija pada pekan ke-17 kompetisi BRI Super League 2025/2026 dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (11/1/2026).
Jelang pertandingan tersebut, tiket pertandingan yang dijual oleh Panpel Persib sudah ludes terjual. Namun, di media sosial banyak calo yang menawarkan tiket dengan harga yang tidak wajar.
Terkait hal tersebut, Adhitia mengimbau kepada Bobotoh untuk berhati-hati dan tidak tergiur dengan tawaran dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Jujur sebenarnya kami itu bingung, kalau banyak calo yang jualan, tapi kami belum cetak, jadi jualan apa mereka? Biasanya tiket baru dicetak H-1, dini hari baru sampai kantor, jadi kalau ada pertandingan hari Minggu, tiket itu baru nyampe itu jam 2 pagi. Jadi kalau ada calo yang jualan, kami bingung jualan apa," kata Adhitia.
Adhitia menilai, ada beberapa orang yang memanfaatkan situasi pertandingan Persib vs Persija, sehingga manajemen Persib akan berusaha mencari pihak yang ingin memperkeruh dan mencari keuntungan pribadi.
"Ada orang-orang atau pihak-pihak yang mencoba memperkeruh atau mencari keuntungan dari kegiatan ini," ujarnya.
"Mungkin teman-teman tahu ada yang sampai bikin website bodong, ada yang berintegrasi ke sistem payment, kami bingung orang tiketnya gak ada, tiketnya aja belum dicetak, jadi mau jualan dari mana," ucapnya.
Manajemen Persib menyadari tidak mudah untuk memberantas praktik percaloan, meski demikian pihaknya berupaya meminimalisir praktik tersebut.
Baca Juga: Head to Head Persib Bandung vs Persija Jakarta: Duel Panas Rival Abadi
"Saya akan naif kalau bilang calo hilang 100 persen. Yang bisa hilang yang saya tahu hanya meminimalisir, dengan adanya tiket online satu KTP, satu ID, satu tiket. Tetapi ini kembali ke perilaku masing-masing," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Adhitia mengajak Bobotoh untuk waspada dan tidak tergiur dengan tawaran tiket, karena tidak menutup kemungkinan adanya tiket palsu.
Untuk itu, pada pertandingan nanti pihaknya akan mencoba menyisir lokasi yang kerap dijadikan tempat mangkal calo.
"Kami akan menyisir sekitaran GBLA untuk mencari. Karena ada dua kemungkinan, apakah itu benar calo, atau jualan tiket palsu. Karena banyak juga yang jual tiket palsu yang beredar," ungkapnya.
"Jadi kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kami akan menyisir, jika ditemukan ada calo, yang tiketnya sampai bejibun, akan kami bawa dan diinterogasi, ini dapatnya dari mana, karena kami ingin mencari tahu siapa sumber calo ini," jelasnya.
Sedangkan jika ditemukan tiket palsu, maka manajemen Persib akan menyerahkan langsung kepada pihak berwajib.