-
Manchester United kalah 1-2 dari Brighton di putaran ketiga Piala FA musim ini.
-
Pemain pengganti Shea Lacey mendapat kartu merah di akhir pertandingan melawan Brighton semalam.
-
Brighton resmi melaju ke babak keempat Piala FA yang dijadwalkan pada Februari 2026.
Suara.com - Mimpi Manchester United untuk mengangkat trofi Piala FA musim ini harus terkubur lebih awal setelah menelan pil pahit.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Old Trafford, Setan Merah dipaksa menyerah oleh ketangguhan tim tamu.
Brighton berhasil mencuri perhatian dunia sepak bola dengan memulangkan tim tuan rumah melalui skor tipis satu gol.
Kemenangan ini secara otomatis membawa skuat asuhan The Seagulls melangkah mantap ke fase kompetisi berikutnya.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi manajemen dan para penggemar setia klub yang bermarkas di Manchester tersebut.
Laga yang berlangsung pada hari Minggu waktu setempat tersebut dimulai dengan tensi permainan yang cukup tinggi.
Sejak menit pertama, kedua kesebelasan langsung memperagakan permainan terbuka guna mencari celah di lini pertahanan lawan.
Manchester United sebenarnya sempat memberikan tekanan hebat melalui aksi-aksi individu Diogo Dalot dan juga Bruno Fernandes.
Sayangnya, penampilan gemilang kiper Brighton yakni Jason Steele sukses mementahkan semua peluang emas yang dimiliki tim tuan rumah.
Baca Juga: Senyum-senyum Perih Ruben Amorim Saat Tiba di Kampung Halaman Usai Dipecat MU
Ketidakmampuan lini depan United dalam mengonversi peluang menjadi awal dari petaka yang akan segera datang menghampiri mereka.
Memasuki menit ke-12, publik Old Trafford terdiam saat jaring gawang Senne Lammens bergetar untuk pertama kalinya.
Brajan Gruda muncul sebagai aktor protagonis bagi Brighton setelah ia berhasil memanfaatkan bola muntah dengan sangat sempurna.
Gol cepat tersebut membuat kedudukan berubah menjadi 1-0 dan memberikan kepercayaan diri luar biasa bagi para pemain tamu.
Setelah unggul, Brighton tidak menurunkan tempo serangan dan terus mencoba mengeksploitasi kelemahan di sektor sayap Manchester United.
Danny Welbeck hampir saja menggandakan keunggulan timnya jika tendangan kerasnya tidak dihalau dengan apik oleh kiper lawan.