- Winger Persija Jakarta, Allano Lima, diserang rasisme daring pasca laga sengit melawan Persib Bandung pada 11 Januari 2025.
- Meskipun Persija kalah tipis 0-1, penampilan Allano dinilai merepotkan pertahanan tuan rumah sepanjang pertandingan derbi tersebut.
- Allano merespons serangan tersebut dengan menyatakan bangga dan menilai insiden itu bukti perkembangan kariernya saat ini.
Suara.com - Winger Persija Jakarta, Allano Lima, menjadi sasaran serangan rasisme di media sosial usai laga panas melawan Persib Bandung.
Insiden tersebut terjadi setelah duel bertajuk Derbi Indonesia pada pekan ke-17 Super League 2025/2026, Minggu (11/1/2025).
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit itu, Allano tampil menonjol dan merepotkan lini pertahanan tuan rumah. Pemain asal Brasil tersebut beberapa kali memamerkan kemampuan individu yang memaksa pemain Persib bekerja ekstra sepanjang laga.
Derbi yang sarat gengsi itu sendiri berakhir dengan kekalahan tipis Persija Jakarta dengan skor 0-1.
Sejak menit awal, tensi pertandingan sudah tinggi dan memuncak hingga peluit panjang dibunyikan.
Bahkan, seusai laga, sejumlah pemain terlibat adu mulut, situasi yang kerap terjadi dalam pertandingan penuh rivalitas.
Namun, situasi memprihatinkan muncul setelah pertandingan berakhir. Allano Lima justru menerima serangan rasisme melalui media sosial.
Aksi tersebut menjadi sorotan serius, terlebih di tengah upaya sepak bola Indonesia yang sedang berkembang dan berusaha menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat serta inklusif.
Menanggapi hal tersebut, Allano menegaskan dirinya tidak gentar. Ia menilai serangan yang diterimanya justru menjadi tanda bahwa dirinya kini berada di level berbeda dan mulai diperhitungkan.
Baca Juga: Persib Juara Paruh Musim, Teja Paku Alam Kirim Kode untuk Pelatih Baru Timnas Indonesia
"Saya bangga dengan siapa diri saya. Saya bangga dengan apa yang telah saya capai," tulis Allano Lima di Instagram pribadinya.
Pemain yang baru bergabung dengan Persija Jakarta pada awal musim ini itu menilai bahwa perjalanan kariernya memang tidak lepas dari tantangan.
Menurutnya, memiliki nama besar berarti harus siap menghadapi berbagai risiko, termasuk kebencian dari pihak-pihak tertentu.
"Tindakan rasisme ini menunjukkan seberapa jauh saya telah berkembang dari tempat asal saya."
"Pohon yang berbuah adalah yang paling sering dilempari batu," tegasnya.
Allano juga menekankan bahwa insiden tersebut tidak akan menghentikan perjuangannya bersama Macan Kemayoran. Ia menilai musim masih panjang dan peluang meraih prestasi tetap terbuka lebar.