-
Alvaro Arbeloa resmi dipromosikan sebagai pelatih utama Real Madrid menggantikan posisi Xabi Alonso.
-
Keputusan ini diambil setelah kekalahan menyakitkan Madrid dari Barcelona di final Piala Super.
-
Arbeloa memiliki pengalaman luas sebagai pelatih akademi dan mantan pemain sukses Real Madrid.
Suara.com - Manajemen Real Madrid secara resmi mengumumkan penunjukan Alvaro Arbeloa sebagai juru taktik baru tim utama.
Keputusan besar ini dirilis melalui laman resmi klub pada Selasa waktu setempat untuk mengisi kekosongan kursi pelatih.
Arbeloa naik takhta menggantikan Xabi Alonso yang baru saja menyepakati pengakhiran kerja sama dengan Los Blancos.
Langkah berani ini diambil manajemen hanya berselang sehari setelah Madrid menelan kekalahan pahit dari rival abadi.
Barcelona sukses menumbangkan Madrid dengan skor 2-3 pada partai final Piala Super Spanyol di Arab Saudi.
Kegagalan di laga yang berlangsung Senin (12/1) tersebut menjadi titik balik bagi petinggi klub untuk bertindak.
Pihak klub mengonfirmasi bahwa berakhirnya masa bakti Xabi Alonso merupakan hasil dari keputusan kedua belah pihak.
Pernyataan resmi tersebut menutup spekulasi mengenai masa depan kursi kepelatihan yang sempat menjadi perbincangan hangat publik.
Kini fokus utama beralih kepada sosok Arbeloa yang diharapkan mampu memberikan dampak instan bagi tim.
Baca Juga: Real Madrid Gagal Raih Piala Super Spanyol, Perasaan Xabi Alonso Campur Aduk
Sebelum promosi ini, Arbeloa merupakan sosok yang sangat familiar dengan ekosistem pembinaan pemain muda Madrid.
Ia tercatat menjabat sebagai nakhoda Real Madrid Castilla sejak bulan Juni tahun 2025 yang lalu.
Seluruh perjalanan karier kepelatihannya dihabiskan dalam lingkungan akademi Los Merengues sejak tahun 2020 silam.
Ia telah memimpin berbagai level tim usia muda sebelum akhirnya dipercaya memegang kendali tim Castilla.
Dedikasi jangka panjang di level akademi menjadi modal utama bagi Arbeloa dalam memahami filosofi klub.
Penunjukan pelatih baru ini sekaligus mengakhiri masa delapan bulan yang penuh dengan dinamika dan ketidakpastian.
Xabi Alonso sebelumnya berada dalam tekanan yang sangat masif akibat penampilan skuad yang dianggap tidak konsisten.
Selain faktor taktis, beredar kabar mengenai adanya perselisihan internal antara pelatih dengan beberapa penggawa bintang.
Nama Vinicius Junior disebut-sebut menjadi salah satu pemain yang sempat terlibat konflik dengan sang pelatih.
Masalah ini semakin diperparah dengan kabar hilangnya dukungan dari ruang ganti terhadap kepemimpinan Xabi Alonso.
Posisi Madrid di papan klasemen domestik juga menjadi alasan kuat di balik perombakan kursi kepelatihan ini.
Saat ini raksasa ibu kota Spanyol tersebut masih tertinggal empat poin dari Barcelona di Liga Spanyol.
Arbeloa kini memikul beban berat untuk memangkas jarak poin tersebut demi menjaga asa meraih gelar.
Sebagai mantan pemain, Arbeloa memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan publik Santiago Bernabeu.
Ia pernah memperkuat lini pertahanan Madrid dalam kurun waktu tujuh tahun, yakni sejak 2009 hingga 2016.
Selama masa baktinya sebagai pemain, Arbeloa sukses mempersembahkan total delapan trofi bergengsi untuk Los Blancos.
Koleksi prestasinya meliputi dua trofi Liga Champions yang sangat prestisius serta satu mahkota juara Liga Spanyol.
Kehebatannya tidak hanya di level klub, melainkan juga terpancar saat membela panji tim nasional Spanyol.
Ia merupakan pilar penting dari generasi emas La Roja yang berhasil mengawinkan gelar internasional paling bergengsi.
Arbeloa tercatat pernah mengangkat trofi Piala Dunia 2010 serta dua gelar Piala Eropa pada 2008 dan 2012.
Di sisi lain, kepergian Xabi Alonso menyisakan cerita tersendiri mengingat ekspektasi besar saat ia pertama kali tiba.
Alonso sebenarnya diikat dengan kontrak jangka panjang oleh Real Madrid yang berlaku hingga Juni 2028.
Reputasinya meroket setelah ia berhasil mencetak sejarah luar biasa saat menangani klub Jerman, Bayer Leverkusen.
Ia mampu membawa Leverkusen menjuarai Bundesliga dan DFB-Pokal hanya dalam satu musim kompetisi yang sangat kompetitif.
Padahal, saat pertama kali datang ke Leverkusen, tim tersebut sedang berada dalam ancaman zona degradasi.
Kini Real Madrid memulai lembaran baru di bawah arahan Alvaro Arbeloa dengan target yang sangat jelas.
Klub berharap stabilitas tim dapat segera kembali pulih demi mengejar trofi di sisa musim kompetisi.
Dukungan penuh dari manajemen dan suporter diharapkan menjadi energi tambahan bagi Arbeloa dalam tugas perdananya.
Ujian pertama sang pelatih baru akan segera tiba dalam lanjutan kompetisi domestik yang semakin memanas pekan ini.
Dunia sepak bola kini menanti apakah Arbeloa mampu mengulangi kesuksesannya sebagai pemain dalam peran barunya.