-
Michael Carrick menjadi calon utama manajer interim Manchester United menggantikan posisi Ruben Amorim.
-
Fabrizio Romano menyebutkan bahwa kontrak kerja sama akan segera ditandatangani pada pekan ini.
-
Presentasi visi Michael Carrick dinilai lebih realistis dibandingkan rencana yang dibawa Ole Gunnar Solskjaer.
Kedua kandidat pelatih tersebut diketahui telah meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan jajaran petinggi teknis klub.
Baik Carrick maupun Solskjaer telah bertemu dengan direktur olahraga MU, Jason Wilcox, dam mempresentasikan rencana masing-masing kepada pimpinan klub.
Pertemuan ini menjadi krusial karena di sinilah visi dan misi kepelatihan mereka diuji secara mendalam.
Wilcox ingin memastikan bahwa siapa pun yang terpilih memiliki solusi instan untuk mengangkat performa tim yang merosot.
Fokus utama manajemen adalah menemukan nakhoda yang mampu menstabilkan kondisi ruang ganti dengan cepat dan efektif.
Berdasarkan data yang dihimpun dari media olahraga internasional, Carrick memiliki poin plus dalam proses seleksi internal tersebut.
Menurut laporan Sky Sports, Carrick dianggap lebih meyakinkan lewat gagasan jangka pendek yang dinilai realistis, meski faktor kedekatan emosional dan popularitas Solskjaer menjadi bahan pertimbangan.
Visi pragmatis yang ditawarkan oleh mantan pemain timnas Inggris ini dinilai sangat cocok dengan kebutuhan tim.
Klub membutuhkan stabilitas teknis yang bisa langsung diterapkan tanpa memerlukan waktu adaptasi yang terlalu lama di lapangan.
Baca Juga: Statistik Miris Gyokeres Tertutup dengan Kehebatan Arsenal, The Gunners Kena Prank Rp1,44 T
Argumentasi yang kuat mengenai taktik permainan menjadi kunci utama mengapa Carrick kini berada di posisi terdepan.
Saat ini, tanggung jawab kepelatihan skuad utama masih dipegang oleh sosok internal yang sangat mengenal budaya klub.
Untuk sementara, MU masih berada di bawah arahan Darren Fletcher. Namun, hasil yang diraih belum memuaskan.
Performa tim di bawah kendali sementara tersebut dinilai belum menunjukkan grafik peningkatan yang diharapkan oleh para suporter.
Berbagai kendala teknis masih terlihat jelas saat tim bertanding dalam beberapa kompetisi domestik yang sedang berjalan.
Ketidakstabilan ini membuat manajemen merasa perlu untuk segera mempercepat proses penunjukan manajer interim yang lebih tetap.