- Igor Thiago memecahkan rekor gol Brasil dalam satu musim Premier League bersama Brentford, namun belum terjamin masuk Timnas Brasil.
- Pengamat Tim Vickery menyebut resistensi terhadap Thiago muncul karena Brentford dianggap klub "kecil" di mata publik Brasil.
- Pelatih Carlo Ancelotti masih memprioritaskan striker murni lain seperti Richarlison untuk Timnas Brasil jelang Piala Dunia 2026.
Suara.com - Performa gemilang Igor Thiago bersama Brentford di Premier League justru belum menjamin tempatnya di Timnas Brasil.
Meski telah mencetak sejarah sebagai pencetak gol Brasil terbanyak dalam satu musim Premier League, striker berusia 24 tahun itu disebut masih menghadapi resistensi kuat di negaranya sendiri.
Hal tersebut diungkapkan pengamat sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, yang menilai pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti tengah berada dalam dilema besar untuk menentukan penyerang nomor 9 jelang Piala Dunia 2026.
Igor Thiago kembali mencuri perhatian setelah mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 Brentford atas Sunderland.
Torehan tersebut membuatnya mengoleksi 16 gol di Premier League musim ini, atau 17 gol di semua kompetisi, sekaligus memecahkan rekor gol pemain Brasil terbanyak dalam satu musim Liga Inggris.
Secara performa, Thiago dinilai sangat layak dipanggil.
Bahkan, hanya Erling Haaland yang mencetak gol lebih banyak darinya di Premier League musim ini.
Namun menurut Vickery, faktor non-teknis menjadi penghalang utama.
“Di Brasil, banyak yang bertanya: siapa dia? Mereka tidak mengenalnya,” ujar Vickery kepada talkSPORT.
Baca Juga: Tak Mau Seperti Timnas Indonesia, Exco Federasi Tunisia Tolak Patrick Kluivert
“Ada resistensi besar terhadap pemain yang datang dari klub-klub yang dianggap ‘kecil’ di Premier League, dan Brentford masuk kategori itu.”
Situasi ini mengingatkan pada kasus Matheus Cunha saat masih membela Wolverhampton Wanderers, yang juga sempat kesulitan mendapat pengakuan meski tampil konsisten di Inggris.
Padahal, Ancelotti dikenal sangat memahami sepak bola Premier League.
Ia juga dibantu asisten Paul Clement yang mengikuti perkembangan liga Inggris secara detail. Namun persaingan di lini depan Brasil tetap sangat ketat.
Saat ini, Ancelotti membagi opsi penyerang menjadi dua kategori.
Untuk tipe hibrida penyerang-gelandang, Matheus Cunha dan João Pedro berada di barisan depan.