-
John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia senior dan Timnas Indonesia U-23.
-
Fokus utama Herdman adalah meloloskan skuad Garuda ke putaran final Piala Dunia 2026.
-
Tekanan dari suporter Indonesia akan dijadikan motivasi tambahan untuk meraih prestasi internasional.
Suara.com - Nakhoda anyar skuad Garuda Timnas Indonesia kini secara resmi telah memulai petualangan barunya di tanah air.
Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut menyatakan kesiapan penuh dalam mengarungi dinamika sepak bola Indonesia yang penuh gairah.
Kehadiran basis pendukung yang sangat masif diprediksi akan memberikan atmosfer luar biasa di setiap pertandingan.
Mantan pelatih Kanada ini menyadari betul bahwa ekspektasi tinggi dari masyarakat selalu menyertai setiap langkah tim nasional.
Baginya tantangan besar dari para pendukung bukan merupakan sebuah beban yang harus ditakuti secara berlebihan.
Pria bernama lengkap John Herdman tersebut justru melihat antusiasme publik sebagai bahan bakar tambahan bagi tim.
Kesiapan mental menjadi modal utama dirinya dalam menghadapi kritik maupun tuntutan prestasi dari para suporter.
Ia meyakini bahwa hubungan emosional antara tim dan penggemar adalah elemen krusial untuk meraih kemenangan.
Dalam sesi perkenalan resminya di Jakarta ia memaparkan visi besar yang ingin dicapainya bersama skuad merah putih.
Baca Juga: Pemain Everton Bisa Gagalkan Peluang Dean James Direkrut Ajax Amsterdam
"Kami akan memandang tekanan itu sebagai kesempatan besar," kata John Herdman dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Fokus utama dari penunjukan dirinya adalah membawa Indonesia mencatatkan sejarah di kancah sepak bola global.
Lolos ke putaran final Piala Dunia merupakan impian kolektif yang sudah lama dinantikan oleh seluruh rakyat.
Herdman ingin memastikan bahwa setiap pemain memiliki mentalitas pemenang untuk mewujudkan ambisi besar tersebut di lapangan.
Dirinya berkomitmen untuk bekerja ekstra keras demi memberikan kebanggaan bagi masyarakat yang rindu akan prestasi internasional.
"Saya ingin hidup untuk momen di mana negara ini lolos Piala Dunia. Saya akan bilang ke pemain bahwa pressure itu justru adalah hadiah," tegasnya.