- Masa jabatan Xabi Alonso di Real Madrid berakhir dalam tujuh bulan setelah umpatan keras kepada para pemainnya pada November 2025.
- Alonso memimpin sesi latihan dengan menyebut pemain bertingkah seperti taman kanak-kanak karena gagal menerapkan sistem taktik diinginkan.
- Insiden ini menjadi titik awal keretakan hubungan dengan ruang ganti, meski Mbappe dan Bellingham sempat membantah konflik internal.
Suara.com - Masa jabatan Xabi Alonso di Real Madrid berakhir tragis hanya dalam waktu tujuh bulan.
Usai pemecatan, terungkap umpatan Xabi Alonso kepada Kylian Mbappe dan kawan-kawan.
Pelatih berusia 44 tahun itu dikabarkan sempat meluapkan kemarahan kepada para pemainnya dalam sebuah sesi latihan pada November 2025, dengan menyebut mereka bertingkah layaknya berada di taman kanak-kanak.
Insiden tersebut disebut menjadi titik awal retaknya hubungan Alonso dengan ruang ganti hingga berujung pemecatan.
Menurut laporan media Spanyol, Marca, ledakan emosi Alonso terjadi saat relasinya dengan para pemain sudah berada di titik kritis.
Ucapan keras itu digambarkan sebagai teriakan keputusasaan, kelelahan, bahkan kebosanan karena para pemain dinilai gagal memenuhi tuntutan taktik yang diinginkannya.
![5 Alasan Utama Real Madrid dan Xabi Alonso Pisah Jalan di Pertengahan Musim [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/13/78132-xabi-alonso.jpg)
Alonso disebut kesulitan menerapkan sistem pressing agresif yang sukses ia bangun bersama Bayer Leverkusen.
Di Madrid, para pemain bintang justru merasa sesi taktik terlalu berat dan penuh instruksi. Bahkan, beberapa pemain dikabarkan merasa tidak nyaman karena dibombardir arahan dari staf pelatih.
Situasi ini membuka “luka yang tak pernah sembuh”, sebagaimana disebut Marca.
Baca Juga: Liverpool Diingatkan Jangan Tergoda dengan Status Xabi Alonso, Bisa Berakibat Fatal
Para pemain inti seperti Kylian Mbappe dan Vinicius Junior dilaporkan sulit diyakinkan untuk sepenuhnya dijalankan.
Menariknya, isu pergantian pelatih sudah berembus jauh sebelum Alonso resmi dipecat.
Nama Alvaro Arbeloa, yang saat itu menangani tim B Real Madrid dan rutin hadir dalam sesi latihan tim utama, disebut mulai disukai para pemain.
Meski rumor konflik merebak, Jude Bellingham dan Kylian Mbappe mencoba meredam situasi.
Mbappe menyebut bekerja dengan Alonso sebagai sebuah kenikmatan. Sementara Bellingham dengan keras membantah kabar bahwa ia berseteru dengan sang pelatih.
“Selama ini saya terlalu sering membiarkan hal-hal seperti ini berlalu, berharap kebenaran muncul dengan sendirinya. Tapi sejujurnya, ini omong kosong,” tulis Bellingham.