-
Real Madrid tersingkir dari Piala Raja 2025 setelah kalah dramatis 2-3 melawan tim Albacete.
-
Jefte Betancor menjadi bintang kemenangan Albacete dengan mencetak dua gol penting ke gawang Madrid.
-
Kegagalan ini membuat Real Madrid kini hanya menyisakan kompetisi Liga Spanyol dan juga Liga Champions.
Albacete kembali menunjukkan taringnya pada menit ke-82 setelah Jefte Betancor sukses mencetak gol keduanya bagi tim tersebut.
Tendangan akurat Betancor yang memanfaatkan bola muntah kembali membuat Madrid tertinggal dengan kedudukan sementara berubah menjadi skor 2-1.
Dalam situasi tertekan, Real Madrid menunjukkan mentalitas pantang menyerah untuk mencoba mengejar ketertinggalan gol di menit-menit krusial.
Hasilnya terlihat pada masa injury time babak kedua saat sundulan mematikan Gonzalo Garcia berhasil merobek jala gawang lawan.
Gol penyeimbang di menit ke-90+1 itu lahir berkat umpan matang dari sepak pojok yang dikirimkan oleh Arda Guler.
Saat pertandingan diprediksi akan berlanjut ke babak tambahan waktu, kejutan tak terduga kembali tercipta di penghujung laga panas ini.
Jefte Betancor muncul sebagai pahlawan bagi tuan rumah dengan mencetak gol keduanya pada menit ke-90+4 untuk mengubah skor.
Skor 3-2 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga yang sangat emosional bagi kedua tim.
Kemenangan bersejarah ini secara otomatis membawa Albacete melaju ke babak perempat final yang dijadwalkan pada awal Februari mendatang.
Baca Juga: Jude Bellingham: Jujur Saja, Ini Omong Kosong
Proses pengundian untuk babak delapan besar tersebut rencananya akan dilakukan secara resmi oleh pihak penyelenggara pada tanggal 19 Januari.
Bagi Real Madrid, kegagalan di ajang piala domestik ini tentu menjadi sebuah catatan evaluasi yang sangat besar bagi manajemen.
Tim ibu kota Spanyol tersebut kini harus merelakan satu trofi potensial yang semula menjadi target utama pada musim kompetisi sekarang.
Dengan hasil ini, konsentrasi penuh skuad Los Blancos kini hanya tersisa pada dua kompetisi besar yang masih diikuti.
Mereka harus berjuang ekstra keras untuk mempertahankan performa di ajang kasta tertinggi Liga Spanyol serta kompetisi elite Liga Champions.
Laga melawan Albacete ini menjadi pengingat bahwa tim dari kasta bawah tetap memiliki potensi besar untuk menumbangkan tim raksasa.