- Michael Carrick, 44 tahun, resmi menjadi pelatih kepala Manchester United, memimpin latihan Rabu di Carrington.
- Carrick ditunjuk hingga akhir musim setelah pemisahan dengan Ruben Amorim, mengungguli Solskjaer, diumumkan Selasa.
- Dua pemain, Amad Diallo dan Bryan Mbeumo, kembali ke skuad setelah tersingkir dari Piala Afrika (AFCON).
Suara.com - Michael Carrick resmi memulai tugasnya sebagai pelatih kepala Manchester United. Legenda klub berusia 44 tahun itu memimpin sesi latihan perdana di Carrington, Rabu (14/1/2026) waktu setempat, dengan suasana penuh senyum dan optimisme.
Dilansir dari Dailymail, sesi latihan perdana Carrick ini dilakukan jelang laga krusial Derby Manchester melawan Manchester City di Old Trafford akhir pekan ini.
Latihan tersebut juga diwarnai kabar positif dengan kembalinya Amad Diallo dan Bryan Mbeumo ke dalam skuad.
Keduanya telah kembali dari tugas internasional di Piala Afrika (AFCON) setelah Pantai Gading dan Kamerun sama-sama tersingkir di babak perempat final.
Kehadiran Amad dan Mbeumo diharapkan memberi dorongan moral besar bagi tim yang baru saja tersingkir dari Piala FA usai kalah dari Brighton.
Carrick ditunjuk sebagai pelatih kepala hingga akhir musim setelah manajemen klub memutuskan berpisah dengan Ruben Amorim.
Ia dipilih mengungguli Ole Gunnar Solskjaer dan resmi diumumkan pada Selasa (13/1/2026).
Dalam peran barunya, Carrick didampingi oleh dua sosok berpengalaman, mantan asisten timnas Inggris Steve Holland sebagai tangan kanan, serta Jonathan Woodgate yang sebelumnya bekerja bersamanya di Middlesbrough.
Di lapangan latihan, Carrick terlihat menikmati perannya. Ia aktif memberi instruksi dan tampak bersemangat saat mempersiapkan tim menghadapi Manchester City.
Baca Juga: Pecahkan Rekor 17 Tahun di Manchester City, Antoine Semenyo Kirim Pesan Pedas soal VAR
“Saya berharap kami bisa memainkan sepak bola yang menarik. Saya ingin menikmati setiap momen melihat para pemain bermain,” kata Carrick dalam podcast Inside Carrington.
Ia juga mengakui besarnya tanggung jawab yang kini berada di pundaknya.
“Saya juga seorang fans. Keluarga saya terus mengingatkan soal itu. Saya tahu tanggung jawabnya besar dan saya sangat ingin kami tampil bagus,” ujarnya.
Kembalinya Carrick ke Manchester United memiliki makna emosional tersendiri.
Ia pernah membela klub selama 12 tahun sebagai pemain, lalu menjadi pelatih tim utama dan sempat menjabat pelatih interim pada 2021.
“Rasanya luar biasa kembali ke tempat ini. Klub ini bagian besar dari hidup saya dan tidak pernah benar-benar pergi,” ucapnya.