Berbekal Filosofi Pendidikan, John Herdman Siap Bentuk Masa Depan Timnas Indonesia

Arif Budi

Selasa, 20 Januari 2026 | 07:51 WIB
Berbekal Filosofi Pendidikan, John Herdman Siap Bentuk Masa Depan Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (pssi.org)
baca 10 detik
  • PSSI secara resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia baru pada 13 Januari 2026 dengan kontrak dua tahun.
  • Herdman, yang tidak memiliki karier pemain profesional, sukses membawa Kanada lolos Piala Dunia 2022 setelah absen panjang.
  • Filosofi kepelatihan Herdman sangat dipengaruhi latar belakang akademisnya, memandang peran sebagai pengajar bagi perkembangan pemain.

Suara.com - Babak baru perjalanan Timnas Indonesia era pelatih baru bersama John Herdman resmi dimulai.

PSSI telah memperkenalkan John Herdman sebagai nakhoda anyar Timnas Indonesia pada 13 Januari 2026.

Juru taktik berdarah Inggris ini diikat dengan kontrak berdurasi dua tahun, disertai opsi perpanjangan dua tahun berikutnya, sebuah mandat strategis untuk mendongkrak prestasi sepak bola nasional.

Sosok Herdman membawa warna berbeda dalam kancah kepelatihan elite. Lahir di Consett, County Durham, pada 19 Juli 1975, ia bukanlah tipikal pelatih yang lahir dari gemerlap karier pemain bintang.

Faktanya Herdman tidak pernah mencicipi karier sepak bola profesional. Namun, keterbatasan itu justru menjadi pemicu kesuksesan luar biasa, termasuk keberhasilannya membawa Timnas Kanada putra kembali ke panggung Piala Dunia 2022 setelah absen sejak 1986.

Perjalanan karier Herdman sangat unik karena dimulai dari dunia akademis. Saat masih berstatus mahasiswa, ia bekerja sebagai dosen paruh waktu di Universitas Northumbria sembari mengasah kemampuan melatih di akademi Sunderland.

Baginya melatih adalah jalan lain untuk tetap hidup dalam sepak bola ketika pintu menjadi pemain profesional tertutup.

Dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube Timnas Indonesia, Herdman mengungkapkan bahwa profesi ini adalah panggilan jiwanya.

"Saya pikir seperti kebanyakan pelatih yang tidak bermain di level tertinggi, mereka akhirnya menjadi pelatih. Anda tahu, Anda sebagai seorang pemain sepak bola, itu adalah impian," ujar Herdman membuka cerita.

baca juga

Ia menyadari realitas yang ada, namun hasratnya terhadap si kulit bundar tak pernah surut. Justru, ia menemukan kepuasan lain dalam membangun manusia dan tim.

"Tapi ketika Anda tidak cukup baik untuk bermain di level itu, di sisi lain Anda ingin melanjutkan kecintaan Anda pada olahraga tersebut. Saya beruntung karena saya menikmati berinteraksi dengan orang-orang," tambahnya.

Reputasi Herdman mulai mendunia saat ia hijrah ke Selandia Baru pada 2001. Di sana, ia sukses mengantar tim nasional wanita menembus Piala Dunia Wanita FIFA (2007, 2011) dan Olimpiade Beijing 2008.

Prestasi ini membuatnya direkrut Kanada pada 2011. Tangan dinginnya menghasilkan dua medali perunggu Olimpiade (2012, 2016) dan emas Pan American Games 2011 untuk tim putri Kanada.

Kejeniusannya semakin teruji saat melakukan transisi mengejutkan ke tim putra Kanada, yang berujung pada tiket bersejarah ke Qatar 2022.

Deretan prestasi ini diganjar berbagai penghargaan, mulai dari Coach of the Year di Selandia Baru, dua kali penghargaan Team of the Year dari The Canadian Press, hingga Sport Canada Coaching Excellence Award.

Filosofi kepelatihan Herdman sangat kental dengan latar belakangnya sebagai pendidik.

Ia melihat lapangan hijau tak ubahnya ruang kelas, tempat ia bisa membantu pemain berkembang maksimal.

"Saya menikmati pekerjaan ini. Saya menikmati melihat orang-orang bisa terus tumbuh, berkembang sebagai seorang guru, sebagai pendidik, sebagai dosen," kata John Herdman.

"Saya selalu menikmati proses pengajaran pembelajaran. Jadi saya mampu secara alami beralih ke pelatihan sepak bola," terang pelatih berusia 50 tahun itu.

Pengalamannya yang luas, dari level dasar hingga panggung tertinggi dunia, menjadi aset berharga bagi Indonesia. Ia menekankan bahwa adaptasi dan pengembangan adalah kunci.

"Bekerja di tingkat akar rumput level, bekerja di tingkat akademi profesional level, dan kemudian berkembang ke sepak bola wanita sepak bola, sepak bola Olimpiade, Piala Dunia sepak bola, sepak bola klub. sekarang di sini di Indonesia," bebernya lagi.

Menutup pandangannya, Herdman menegaskan satu prinsip dasar yang akan ia terapkan di Timnas Indonesia, yakni peran pelatih sebagai pengajar.

"Jadi pada intinya, saya pikir sebagian besar pelatih adalah guru. Mereka ingin mengajar dan membantu orang menjadi lebih baik, berkembang. Jadi, Anda tahu, itu adalah inti dari filosofi saya sebagai seorang pelatih," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tampil Heroik, Emil Audero Jadi Penyelamat Cremonese Saat Ditahan Imbang Hellas Verona

Tampil Heroik, Emil Audero Jadi Penyelamat Cremonese Saat Ditahan Imbang Hellas Verona

Bola | Selasa, 20 Januari 2026 | 07:15 WIB

Lawan Timnas Indonesia Sudah Diumumkan, Kapan FIFA Series 2026 Digelar?

Lawan Timnas Indonesia Sudah Diumumkan, Kapan FIFA Series 2026 Digelar?

Bola | Selasa, 20 Januari 2026 | 07:30 WIB

Perbandingan Ranking FIFA Timnas Indonesia dengan 3 Lawannya di FIFA Series 2026

Perbandingan Ranking FIFA Timnas Indonesia dengan 3 Lawannya di FIFA Series 2026

Bola | Selasa, 20 Januari 2026 | 06:56 WIB

Resmi! 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ada Negara Dimitar Berbatov

Resmi! 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ada Negara Dimitar Berbatov

Bola | Selasa, 20 Januari 2026 | 06:32 WIB

Hebat, John Herdman Sudah Kantongi Lisensi UEFA Sejak Usia 20 Tahun

Hebat, John Herdman Sudah Kantongi Lisensi UEFA Sejak Usia 20 Tahun

Bola | Selasa, 20 Januari 2026 | 06:18 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×