- Perekrutan Layvin Kurzawa berisiko tinggi bagi Persib karena riwayat cederanya yang parah, terbukti hanya tampil empat kali bersama Boavista musim lalu.
- Gaji fantastis Kurzawa berpotensi membebani keuangan klub dan memicu kecemburuan sosial di ruang ganti jika performanya tidak sesuai ekspektasi.
- Tantangan adaptasi terhadap cuaca tropis, kualitas lapangan, dan perjalanan jauh di Indonesia bisa menjadi hambatan besar bagi pemain yang terbiasa dengan fasilitas Eropa.
3. Kesulitan Adaptasi Iklim dan Medan
Banyak pemain top dunia yang gagal bersinar di Indonesia bukan karena skill yang hilang, melainkan ketidakmampuan beradaptasi dengan kondisi ekstrem di Tanah Air.
Kurzawa harus siap menghadapi tantangan cuaca tropis yang panas dan lembap, serta kualitas lapangan yang mungkin jauh di bawah standar stadion-stadion Eropa yang biasa ia cicipi.
Perjalanan tandang yang jauh antar pulau di Indonesia juga seringkali menguras fisik dan mental pemain asing yang terbiasa dengan kenyamanan logistik Eropa.
Jika mentalitas Kurzawa tidak cukup baja untuk menghadapi realita ini, ia bisa berakhir seperti marquee player lain yang datang hanya untuk "berlibur" dan gagal memberikan dampak signifikan.
Manajemen Persib harus memastikan bahwa sang pemain datang dengan motivasi yang tepat, bukan sekadar mencari pelabuhan terakhir sebelum gantung sepatu.