-
Kiper PSIR Raihan Alfariq melakukan tendangan brutal ke dada pemain Persikaba Rizal Dimas Agesta.
-
Wasit tidak memberikan hukuman kartu meski korban mengalami luka dan membutuhkan bantuan oksigen.
-
Persikaba resmi menolak permintaan maaf manajemen PSIR meski mereka dipastikan lolos 16 besar.
Suara.com - Kericuhan mewarnai kompetisi kasta terendah sepak bola Indonesia saat laga antara PSIR Rembang melawan Persikaba Blora.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Krida pada Rabu (21/1) tersebut berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Namun hasil imbang tersebut tertutup oleh aksi kekerasan yang dilakukan penjaga gawang tuan rumah terhadap pemain lawan.
Raihan Alfariq selaku kiper PSIR melakukan tindakan yang sangat membahayakan keselamatan pemain Persikaba yakni Rizal Dimas Agesta.
Kejadian bermula ketika tim tamu mendapatkan kesempatan lewat bola mati yang diarahkan langsung ke area pertahanan lawan.
Dalam video yang beredar luas terlihat momen mencekam saat Rizal Dimas berusaha menyambut datangnya bola di kotak penalti.
Kiper Raihan Alfariq sebenarnya mencoba mengadang pergerakan bola namun ia kalah cepat dari sundulan pemain Persikaba lainnya.
Setelah gagal mengamankan bola di udara sang kiper justru mengangkat kaki kanannya sangat tinggi melampaui batas pinggang.
Kaki Raihan menghantam keras bagian dada Rizal Dimas yang saat itu berada tepat di hadapan sang penjaga gawang.
Baca Juga: Viral Tendangan Kungfu Liga 4, Kafi FC Jogja: Itu Gak Sengaja!
Benturan keras tersebut membuat Rizal langsung terjatuh dan tidak mampu melanjutkan permainan dengan kondisi normal.
Kejadian ini memicu kemarahan publik lantaran wasit yang memimpin laga tidak memberikan respons tegas atas pelanggaran itu.
Sang pengadil lapangan tidak mencabut kartu merah bahkan tidak menganggap aksi tersebut sebagai sebuah bentuk pelanggaran berat.
Padahal rekaman video menunjukkan dengan jelas bagaimana kaki Raihan mendarat telak di tubuh bagian atas Rizal Dimas.
Dampak dari terjangan tersebut sangat fatal bagi kondisi fisik pemain Persikaba yang menjadi korban di lapangan hijau.
Tim medis segera memberikan pertolongan pertama karena korban mengalami luka cukup serius pada bagian dada sebelah kanan.
Pihak Persikaba mengungkapkan bahwa Rizal Dimas mengalami kesulitan bernapas sehingga harus dibantu dengan peralatan oksigen tambahan.
Foto-foto luka memar di tubuh Rizal juga tersebar sebagai bukti betapa kasarnya tindakan yang dilakukan oleh kiper lawan.
Merespons gelombang protes yang muncul pihak manajemen PSIR Rembang akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui kanal media sosial.
Raihan Alfariq didampingi sang manajer menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakan tidak sportif yang telah terjadi.
Namun upaya damai tersebut kabarnya tidak berjalan mulus lantaran adanya penolakan dari pihak manajemen tim lawan.
Dalam video tersebut Rasno mengatakan manajemen Persikaba menolak permintaan maaf mereka secara langsung.
Penolakan ini didasari oleh rasa kecewa yang mendalam atas risiko nyawa yang harus ditanggung oleh pemain mereka.
Meskipun harus melewati laga dengan penuh intimidasi dan kekerasan fisik Persikaba tetap berhasil mengamankan poin penting.
Hasil imbang tanpa gol ini sudah cukup untuk membawa tim asal Blora tersebut melaju ke babak selanjutnya.
Persikaba dipastikan tetap lolos ke babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah meski membawa luka dari Stadion Krida.
Kasus ini menambah daftar panjang buruknya kepemimpinan wasit dalam mengawasi jalannya pertandingan sepak bola di kasta bawah.
Banyak pihak menuntut PSSI Jawa Tengah untuk melakukan investigasi mendalam terhadap kinerja wasit pada laga panas tersebut.
Sanksi berat juga diharapkan jatuh kepada pemain yang terbukti melakukan tindakan sengaja yang mencederai lawan dengan brutal.
Keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama di atas sekadar hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola profesional maupun amatir.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh klub agar tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas saat bertanding.
Tragedi tendangan kungfu ini telah mencoreng semangat kompetisi Liga 4 yang seharusnya menjadi wadah pembibitan talenta muda.
Raihan Alfariq kini menjadi pusat perhatian negatif dari para pecinta sepak bola nasional akibat aksinya yang sangat berbahaya.
Sedangkan Rizal Dimas masih menjalani proses pemulihan agar bisa kembali memperkuat Persikaba di babak 16 besar mendatang.
Dukungan terus mengalir bagi tim Persikaba agar tetap fokus mengejar prestasi meski menghadapi rintangan non-teknis yang sangat keras.
Liga 4 Jawa Tengah musim ini dipastikan akan semakin kompetitif dengan pengawasan ketat dari para penggemar sepak bola.