- Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menilai aksi pressing Lamine Yamal lebih penting daripada gol spektakulernya.
- Barcelona berhasil menang 3-0 atas Real Oviedo di Camp Nou, membawa mereka kembali ke puncak klasemen.
- Flick menggarisbawahi peningkatan intensitas pressing tim di babak kedua dibandingkan babak pertama yang kurang baik.
Suara.com - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengungkapkan bahwa gol spektakuler Lamine Yamal ke gawang Real Oviedo bukanlah aspek terbaik dari penampilan sang wonderkid dalam laga LaLiga dinihari tadi.
Menurut Flick, kontribusi terpenting Yamal justru datang dari kerja kerasnya saat melakukan pressing yang berujung pada terciptanya gol pertama Barcelona.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Camp Nou, Barcelona menang meyakinkan 3-0 atas Real Oviedo dan kembali ke puncak klasemen LaLiga.
Lamine Yamal mencuri perhatian publik lewat gol akrobatik yang menjadi gol ketiga Blaugrana, namun Flick menilai kontribusi lain sang pemain jauh lebih krusial.
“Bagi saya, yang jauh lebih penting adalah apa yang dilakukan Lamine pada gol pertama,” ujar Flick dilansir dari Marca.
“Cara dia melakukan pressing dan merebut bola hingga berujung gol itulah yang kami inginkan. Itu kunci untuk membuka pertandingan dan mengamankan tiga poin.”
Flick bahkan menegaskan bahwa kontribusi Yamal dalam proses terciptanya gol pertama lebih bernilai dibanding gol indah yang ia cetak.
“Itu lebih penting daripada gol ketiga. Tentu saja semua orang senang melihat gol indah di sepak bola, dan saya juga senang dia mencetak gol seperti itu. Tapi secara tim, pressing dan kerja kolektifnya jauh lebih menentukan,” tegas pelatih asal Jerman tersebut.
Meski menang meyakinkan, Flick mengakui Barcelona tidak tampil dalam performa terbaiknya, terutama di babak pertama.
Baca Juga: Deco Semringah Barcelona Sukses Salip AC Milan Dapatkan Bek Keturunan Indonesia Juwensley Onstein
Ia menilai padatnya jadwal dan kelelahan perjalanan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi permainan tim.
“Kami selalu ingin tampil maksimal, tapi tidak selalu berjalan sempurna. Namun ketika menang, itu tetap hal yang positif,” kata Flick.
“Di babak pertama kami kurang intensitas dan dinamika, tapi di babak kedua kami membaik lewat pergantian pemain yang tepat serta pemahaman posisi dan pola serangan.”
Ia juga menyoroti perubahan intensitas pressing Barcelona di babak kedua.
“Mereka menekan sangat tinggi, dan kami tidak bagus di babak pertama. Tapi di babak kedua kami tahu bagaimana melakukan pressing. Inilah yang ingin saya lihat: intensitas dan tekanan,” jelas Flick.
Kontributor: Adam Ali