-
Hector Souto mewaspadai perbedaan level antara kompetisi futsal ASEAN dengan tingkat Asia.
-
Timnas Indonesia akan menghadapi Korea Selatan, Kirgizstan, dan Irak di Indonesia Arena.
-
Fokus utama pelatih adalah memberikan pengalaman bertanding internasional bagi skuad Garuda.
Langkah awal Indonesia akan langsung diuji oleh kekuatan fisik dan teknik dari Korea Selatan.
Pertandingan pembuka yang sangat menentukan tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 Januari mendatang.
Dua hari berselang, ketangguhan lini pertahanan Garuda akan kembali diuji oleh tim nasional Kirgizstan.
Laga penutup fase grup akan menjadi sangat krusial saat Indonesia bersua dengan tim kuat Irak.
Pertandingan pamungkas melawan Irak dijadwalkan berlangsung pada penghujung Januari, tepatnya tanggal 31 Januari 2026.
Seluruh rangkaian laga babak grup ini akan dipusatkan di venue kebanggaan baru masyarakat Jakarta.
Indonesia Arena yang terletak di Komplek Gelora Bung Karno akan menjadi saksi perjuangan tim nasional.
Dukungan suporter tuan rumah diharapkan menjadi pemain keenam yang membakar semangat juang para atlet.
Fasilitas kelas dunia di GBK diharapkan mampu meningkatkan standar permainan para penggawa Garuda di lapangan.
Baca Juga: Resmi! Indonesia Ajukan Bidding Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
Atmosfer stadion yang megah akan memberikan tekanan tersendiri bagi lawan-lawan yang bertandang ke Jakarta.
Mengenai tekanan dari luar lapangan, Hector Souto meminta para pemainnya untuk tetap tenang dan rileks.
Pelatih tidak ingin anak asuhnya terbebani oleh bayang-bayang kegagalan atau tuntutan yang berlebihan dari penonton.
"Kami tidak bisa mengontrol bagaimana pandangan orang. Pemain kami tidak tertekan, kami hanya mempersiapkan pertandingan melawan Korea, Kirgistan, dan selanjutnya," tegasnya.
Persiapan taktis terus dimatangkan demi meredam agresivitas tim-tim yang memiliki peringkat lebih tinggi di Asia.
Souto hanya ingin pasukannya fokus pada instruksi strategi yang telah disusun oleh jajaran pelatih.