-
Calvin Verdonk menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang lolos ke play-off Liga Europa musim ini.
-
Wakil Belanda termasuk Ajax dan Go Ahead Eagles gugur massal di kompetisi antarklub Eropa.
-
LOSC Lille melaju setelah kemenangan dramatis lewat penalti Olivier Giroud melawan Freiburg.
Hasil imbang tanpa gol saat menjamu wakil Portugal, Braga, menjadi penyebab utama tersingkirnya klub kebanggaan Dean James.
Tambahan satu poin tersebut tidak mampu mendongkrak posisi mereka ke zona aman untuk memperebutkan tiket fase gugur.
Eagles harus puas mengakhiri petualangan kontinental mereka dengan menempati posisi ke-28 pada klasemen akhir grup.
Kabar duka bagi pencinta sepak bola nasional juga datang dari calon klub baru kiper utama Indonesia, Maarten Paes.
Paes yang santer dikabarkan segera berseragam Ajax Amsterdam harus melihat tim barunya tersingkir dari Liga Champions.
Meskipun belum turun ke lapangan, kiper yang memiliki akar keluarga dari Kediri ini sudah hadir langsung di stadion.
Kekalahan 1-2 dari wakil Yunani tersebut membuat Ajax terjerembap di posisi bawah klasemen dan gagal lolos ke fase berikutnya.
Keguguran yang dialami oleh James dan Paes menjadi potret nyata dari buruknya performa klub-klub Eredivisie musim ini.
Hampir seluruh perwakilan dari Liga Belanda mengalami nasib serupa dengan tersingkir lebih awal dari berbagai kompetisi Eropa.
Baca Juga: Selamat Tinggal Penyerang Timnas Indonesia Rp 4,78 Miliar Terancam Digusur Striker Nigeria
Raksasa seperti Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven terpaksa mengakhiri perjalanan mereka di kasta tertinggi tanpa hasil manis.
Bahkan di ajang Liga Europa, tim-tim seperti Feyenoord, Utrecht, dan Go Ahead Eagles justru menjadi bulan-bulanan lawan.
Satu-satunya tim Belanda yang masih mampu bertahan di kompetisi antarklub Eropa hanyalah AZ Alkmaar di kasta ketiga.
Melempemnya prestasi klub-klub Belanda di kancah internasional ini mulai memberikan alarm bahaya bagi liga domestik mereka.
Penurunan prestasi ini diprediksi akan berdampak buruk pada posisi Belanda dalam tabel pemeringkatan koefisien resmi UEFA.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai berkurangnya jatah otomatis bagi tim-tim Belanda untuk masuk ke Liga Champions mendatang.