- John Herdman mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya melatih Timnas Indonesia adalah ambisi untuk membawa Skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2030.
- Pelatih asal Inggris ini merasa tertantang untuk mencetak sejarah sebagai pelatih pertama yang mengantar Indonesia ke pentas dunia dengan dukungan 280 juta penduduk.
- Visi Herdman ini sejalan dengan harapan publik sepak bola nasional yang merindukan prestasi tinggi di kancah internasional setelah sekian lama.
Suara.com - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya buka-bukaan mengenai alasan utama yang membuatnya menerima tantangan besar untuk menukangi Skuad Garuda.
Dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube resmi Timnas Indonesia, juru taktik asal Inggris tersebut mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya bukanlah sekadar melatih, melainkan mencetak sejarah.
Herdman memiliki visi jangka panjang yang sangat jelas dan ambisius, yakni membawa Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2030.
"Apa motivasi terbesar Anda bersama Timnas Indonesia?" tanya pewawancara dalam video yang diunggah baru-baru ini dikutip pada Sabtu (31/1/2026).
Dengan tegas dan penuh keyakinan, Herdman menjawab singkat namun padat makna: "2030."
Bagi mantan pelatih Timnas Kanada ini, kesempatan untuk menjadi pelatih pertama yang mengantarkan Indonesia ke panggung dunia adalah sebuah kehormatan yang luar biasa.
"Menjadi pelatih pertama, tim pertama, orang-orang pertama yang berhasil lolos ke Piala Dunia dengan 280 juta orang di belakang Anda. Itu gila," ungkap Herdman.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ia sangat menyadari potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia, terutama dengan dukungan fanatik dari ratusan juta suporter.
Herdman melihat energi dari 280 juta rakyat Indonesia sebagai kekuatan pendorong utama yang bisa mewujudkan mimpi besar tersebut menjadi kenyataan.
Baca Juga: John Herdman Harus Pagari Pemain yang Pernah Main di Timnas Indonesia U-17 Sebelum Diserobot Jerman
Misi ini tentu tidak mudah, mengingat Indonesia belum pernah lagi tampil di Piala Dunia sejak era Hindia Belanda pada tahun 1938.
Namun, rekam jejak Herdman yang sukses membawa Kanada kembali ke Piala Dunia setelah 36 tahun absen menjadi modal kepercayaan diri yang kuat bagi publik sepak bola Tanah Air.
Kini, dengan visi yang sama antara pelatih dan federasi, perjalanan menuju 2030 dimulai dengan langkah optimis di bawah komando John Herdman.