-
Bek Ipswich Town Elkan Baggott sempat bimbang memilih karier pilot atau sepak bola.
-
Elkan pernah tinggal di Indonesia dan bermain untuk banyak tim sepak bola sekolah.
-
Peluang Elkan kembali ke Timnas terbuka lebar di bawah arahan pelatih John Herdman.
Suara.com - Sosok pemain bertahan Timnas Indonesia bertubuh kekar Elkan Baggott kini tetap menjadi sorotan pencinta sepak bola nasional.
Pemain yang memiliki tinggi badan mencapai 196 sentimeter ini masih berstatus penggawa klub Inggris Ipswich Town.
Pada kalender kompetisi 2025-2026 Elkan tercatat sempat memperkuat tim berjuluk The Tractor Boys tersebut.
Penampilan terbarunya bersama klub kasta kedua Liga Inggris itu terjadi pada turnamen bergengsi Piala FA.
Elkan Baggott sendiri lahir dari perpaduan darah ibu asal Indonesia serta ayah berkebangsaan Inggris.
Masa kanak-kanak bek tangguh ini dihabiskan di Indonesia sebelum akhirnya ia memutuskan pindah ke Eropa.
Ketertarikannya pada dunia si kulit bundar sudah tumbuh sejak ia masih menduduki bangku sekolah dasar.
Bahkan Elkan sempat mengenyam pendidikan dasar sepak bola di salah satu sekolah sepak bola di Jakarta.
Kegemarannya dalam berolahraga membuatnya bergabung dengan banyak tim sekaligus saat masih tinggal di tanah air.
"Saya sangat menyukai sepakbola sejak kecil. Saya bermain untuk tim sekolah, bahkan mungkin ada enam tim yang saya ikuti waktu itu, lalu saya pindah ke sini (Inggris)," kata Elkan Baggott.
Setibanya di tanah Britania ayah Elkan segera mencari wadah agar bakat anaknya tetap terasah dengan baik.
Elkan kemudian bergabung dengan sebuah tim kompetisi amatir lokal yang dikenal dengan sebutan Sunday League.
"Awalnya saya tinggal di Indonesia. Setelah pindah, ayah saya menghubungi tim Sunday League lokal dan saya pun bermain di sana," lanjut Elkan Baggott.
Ketangkasannya di lini belakang akhirnya memikat pemandu bakat dari akademi resmi milik klub Ipswich Town.
Namun siapa sangka bahwa pada fase tersebut Elkan tidak sepenuhnya yakin akan menjadi pemain profesional.
Pemain berusia 21 tahun ini ternyata memiliki cita-cita terpendam yang sangat berbeda dengan profesinya sekarang.
"Saya memang menyukainya (sepakbola), tapi tidak pernah benar-benar berpikir untuk menjalaninya secara profesional. Saya punya aspirasi lain," kata Elkan Baggott.
Elkan muda sempat merasa bimbang untuk menentukan arah masa depannya saat masih berada di akademi.
Keinginan kuat untuk menerbangkan pesawat hampir saja membuatnya meninggalkan lapangan hijau demi sekolah penerbangan profesional.
"Bahkan saat di Ipswich Academy, saya sempat ragu apakah akan melanjutkan ke sepakbola atau mengejar jalur pilot komersial," cerita bek yang memiliki badan kekar ini.
Beruntung bagi Indonesia karena Elkan akhirnya memantapkan hati untuk terus berkarier sebagai atlet sepak bola profesional.
Namanya mulai dikenal luas saat menjadi tembok kokoh di barisan pertahanan Tim Nasional Indonesia senior.
Penampilan kompetitif terakhirnya bersama tim nasional terjadi pada ajang bergengsi Piala Asia edisi tahun 2023.
Laga melawan Australia di babak 16 besar menjadi momen terakhirnya mengenakan seragam kebanggaan Merah Putih.
Setelah kekalahan telak empat gol tanpa balas itu Elkan belum lagi terlihat mengisi daftar susunan pemain.
Absennya Elkan dalam jangka waktu lama dari skuad Garuda memunculkan banyak spekulasi di kalangan penggemar.
Namun kini angin segar berembus seiring hadirnya nahkoda baru asal Inggris di kursi pelatih Indonesia.
Sosok John Herdman diharapkan mampu membawa perubahan dan membuka pintu kembali bagi talenta seperti Elkan.
Kedekatan latar belakang antara pelatih dan pemain bisa menjadi kunci kembalinya sang bek ke timnas.
Meski demikian Elkan tetap dituntut memberikan performa maksimal untuk membuktikan kelayakannya mengenakan lambang Garuda lagi.
