-
Erwan Hendarwanto resmi dipinjamkan PSIM ke Garudayaksa FC untuk pengembangan karier profesional.
-
Peminjaman berlaku hingga akhir musim dengan syarat Erwan wajib kembali ke Yogyakarta.
-
Musim depan Erwan akan menjabat sebagai Direktur Teknik Elite Pro Academy PSIM.
Suara.com - Manajemen PSIM Yogyakarta secara resmi mengumumkan perpindahan sementara asisten pelatih mereka Erwan Hendarwanto ke klub lain.
Sosok pelatih bertangan dingin asal Magelang tersebut bakal merapat ke Garudayaksa FC yang berkompetisi di kasta Championship.
Langkah peminjaman ini dikonfirmasi akan berlangsung hingga selesainya agenda kompetisi pada musim yang sedang berjalan.
Proses perpindahan ini merupakan inisiatif langsung dari sang pelatih yang ingin mencari tantangan baru dalam dunia kepelatihan.
Keputusan besar tersebut diambil setelah melalui pertimbangan matang mengenai masa depan profesionalitas di industri sepak bola nasional.
Alasan Erwan Hendarwanto Memilih Tantangan Baru
Erwan merasa kesempatan bergabung dengan tim papan atas Championship merupakan momentum emas yang tidak boleh dilewatkan.
Melalui rilis resmi klub pada Selasa kemarin Erwan menjelaskan secara terbuka mengenai motivasi di balik keputusan mengejutkan ini.
“Ini adalah murni keputusan profesional saya karena saya melihat ini kesempatan untuk karier saya. Oleh karena itu, saya meminta izin langsung ke manajemen untuk sementara berpindah ke sana,” kata Erwan dalam laman PSIM, Selasa.
Ia merasa perlu keluar dari zona nyaman guna meningkatkan kapasitas diri sebagai pelatih sepak bola profesional.
Baca Juga: Persis Solo Siap Tempur Lawan PSIM Yogyakarta, Milomir Seslija Optimis Keluar dari Zona Merah
Pihak manajemen Laskar Mataram sendiri pada awalnya merasa cukup berat untuk melepas salah satu aset terbaik mereka.
Restu Berat Hati dari Manajemen PSIM
Razzi Taruna selaku Manajer PSIM mengakui peran krusial Erwan dalam menjaga stabilitas teknis tim selama ini.
Kontribusi Erwan dinilai sangat besar terutama saat membantu tim kebanggaan warga Yogyakarta ini kembali ke kasta tertinggi.
“Jujur, sebetulnya kami dari manajemen masih sangat membutuhkan jasa beliau di tim ini. Namun, Coach Erwan datang dan berbicara sungguh-sungguh kepada kami, meminta izin untuk mengambil tantangan ini demi kebaikan karier beliau,” kata Razzi.
Keinginan kuat dari sang pelatih membuat manajemen akhirnya melunak dan memberikan lampu hijau untuk proses peminjaman.
Razzi menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menghalangi impian seseorang untuk berkembang lebih jauh di bidangnya.