-
Shayne Pattynama pulih dari cedera dan siap bersaing sehat di bek kiri Persija.
-
Bek Persija Shayne Pattynama menantikan debut perdana bermain di Jakarta International Stadium pekan ini.
-
Proses adaptasi Shayne Pattynama berjalan lancar berkat bantuan rekan setim di Persija Jakarta.
Selain fokus pada pemulihan fisik, Shayne juga menyuarakan rasa antusiasmenya untuk segera merumput di Jakarta International Stadium atau JIS.
Hingga saat ini, pemain bertahan tersebut memang belum pernah merasakan sensasi bermain langsung di stadion megah berkapasitas besar tersebut.
Target terdekatnya adalah bisa tampil saat Persija menjamu PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pada Jumat mendatang.
Atmosfer pertandingan yang akan berlangsung pada 20 Februari tersebut diprediksi akan sangat meriah dengan kehadiran ribuan pendukung setia.
Shayne merasa sangat penasaran untuk merasakan sendiri energi luar biasa yang terpancar dari tribune stadion yang menjadi markas baru timnya.
“Itu akan menyenangkan. Itu adalah stadion yang bagus. Saya belum pernah ke sana, jadi saya sudah tidak sabar. Itu akan menjadi pengalaman pertama saya,” ujar dia.
Sejauh ini, ia hanya bisa memantau aksi rekan-rekannya di JIS melalui cuplikan video maupun siaran ulang pertandingan sebelumnya.
Pengalamannya melihat dukungan puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno telah memberikan kesan mendalam di hatinya.
Ia sangat yakin bahwa militansi para pendukung akan tetap sama hebatnya saat mereka memberikan dukungan di stadion manapun tim bermain.
Motivasi bertandingnya kian berlipat ganda karena ia ingin memberikan hasil terbaik bagi para suporter yang selalu setia mengawal perjuangan tim.
Mengenai kehidupan barunya di ibu kota, Shayne mengungkapkan bahwa proses penyesuaian diri berjalan tanpa hambatan berarti di lingkungan klub.
Kehadiran beberapa rekan setim yang sudah ia kenal sebelumnya di level tim nasional sangat membantu dirinya untuk cepat membaur.
Ia menyebutkan beberapa nama pemain lokal yang memudahkannya merasa diterima dengan baik di dalam ruang ganti Persija Jakarta.
“Tentu saja, saya mengenal beberapa pemain seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Rayhan Hannan, dan Witan (Sulaeman). Saya beradaptasi dengan baik. Saya juga menjalin hubungan yang baik dengan para pemain Brasil,” ujarnya.
Meskipun ada kendala kecil dalam berkomunikasi terkait perbedaan bahasa, hal tersebut bukanlah penghalang besar bagi keharmonisan tim secara keseluruhan.