- Inter Milan kalah 1-3 dari Bodo/Glimt di leg pertama playoff Liga Champions pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
- Striker Francesco Pio Esposito menyatakan timnya kehilangan kendali setelah kebobolan dua gol beruntun di babak kedua.
- Meskipun kalah, Esposito tetap yakin Inter Milan memiliki peluang untuk membalikkan keadaan di leg kedua kandang.
Suara.com - Inter Milan harus menelan kekalahan 1-3 dari Bodo/Glimt pada leg pertama playoff fase gugur Liga Champions.
Meski begitu, striker Francesco Pio Esposito tetap yakin Nerazzurri mampu membalikkan keadaan di leg kedua.
Bermain di Aspmyra Stadion, markas Bodo/Glimt, Kamis (19/2/2026) dinihari WIB, Inter Milan sebenarnya sempat memberi perlawanan.
Tuan rumah membuka keunggulan lewat Sondre Fet sebelum Esposito menyamakan kedudukan di menit ke-30. Namun dua gol tambahan Bodo/Glimt di babak kedua memastikan kemenangan 3-1 bagi wakil Norwegia tersebut.
Setelah skor 1-1 bertahan hingga jeda, Inter justru kehilangan momentum di paruh kedua. Dua gol beruntun Bodo/Glimt menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Cristian Chivu.
Esposito mengakui sulit menjelaskan momen krusial ketika pertandingan mulai lepas dari kendali.
“Sulit langsung setelah laga untuk memahami kapan tepatnya kami kehilangan kontrol. Gol 2-1 dan 3-1 datang beruntun dan itu menjadi pukulan terakhir. Setelah itu kami tak mampu bangkit,” ujar Esposito kepada Prime Video, dikutip dari FCInterNews.
Kekalahan ini membuat Inter berada dalam tekanan jelang leg kedua di Stadion San Siro. Meski memiliki keuntungan bermain di kandang, peluang comeback tidak akan mudah.
Meski tertinggal agregat, penyerang 20 tahun itu menegaskan peluang masih terbuka.
Baca Juga: Inter Milan Dibantai Bodo/Glimt, Lautaro Martinez Terancam Absen Lama
“Ini kekalahan yang berat, tetapi untungnya kami masih punya kesempatan. Kami harus segera melupakannya. Ada leg kedua dan comeback itu mungkin,” tegasnya.
Ia juga menolak anggapan bahwa pendekatan Inter di babak kedua keliru. Menurutnya, kualitas Bodo/Glimt memang patut diakui.
“Mereka tim yang kuat dan terorganisir dengan baik. Mereka pernah mengalahkan Manchester City dan Atletico Madrid, serta sering menang di kandang pada kompetisi Eropa. Mungkin mereka sedikit diremehkan,” tambahnya.
Kontributor: M.Faqih