-
Persib Bandung tersingkir dari ACL Two setelah kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC.
-
Kerusuhan suporter di GBLA membuat Persib terancam denda ratusan ribu dolar dari AFC.
-
Pendapatan Rp10,1 miliar terancam habis akibat sanksi keamanan dan invasi lapangan penonton.
Sejatinya, perjalanan Persib di kompetisi musim ini memberikan keuntungan materiil yang cukup membanggakan bagi klub.
Manajemen telah mengantongi pendapatan total sekitar Rp10,1 miliar dari berbagai tahapan pertandingan yang telah dilalui.
Pundi-pundi tersebut berasal dari bonus partisipasi penyisihan grup sebesar USD 300.000 atau setara dengan Rp4,9 miliar.
Pencapaian masuk ke babak 16 besar juga menyumbang insentif tambahan sebesar USD 80.000 atau sekitar Rp1,3 miliar.
Selain itu, performa di lapangan dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang menambah saldo kas sebesar Rp3,9 miliar.
Namun, segala keuntungan finansial tersebut kini terancam tersedot habis untuk membayar denda administratif kepada AFC.
Para pengamat memprediksi nilai denda bisa menyentuh angka ratusan ribu dolar AS jika terbukti ada kelalaian fatal.
Keputusan final terkait nasib klub kebanggaan warga Bandung ini bergantung sepenuhnya pada sidang Komite Disiplin.
Hingga saat ini, manajemen masih bersikap waspada sambil menunggu rilis resmi hasil persidangan dari federasi terkait.
Klub kini hanya bisa pasrah menghadapi konsekuensi hukum yang muncul akibat ulah segelintir pendukung yang tidak bertanggung jawab.
Fokus manajemen kini terbelah antara mempersiapkan tim untuk liga domestik dan menyelesaikan masalah hukum di level kontinental.
Besaran kerugian yang akan ditanggung akan menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggaraan pertandingan internasional di masa depan.
Dunia sepak bola kini menanti seberapa tegas AFC dalam menegakkan aturan keamanan di stadion kebanggaan masyarakat Indonesia tersebut.
Dampak jangka panjang dari insiden ini tentu akan sangat mempengaruhi citra sepak bola nasional di mata internasional.
Persib Bandung harus segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang pada musim-musim yang akan datang.