- Sandy Walsh (Buriram United) dan Mathew Baker (Melbourne City) berpotensi bentrok di babak 16 besar AFC Champions League Elite.
- Pertemuan dua leg tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret dan 10 Maret di kandang masing-masing tim.
- Sandy Walsh merupakan pemain kunci Buriram, sementara Baker masih berjuang mendapatkan menit bermain untuk Melbourne City.
Suara.com - Dua penggawa andalan Timnas Indonesia berpeluang saling berhadapan di babak 16 besar AFC Champions League Elite.
Mereka adalah Sandy Walsh dan Mathew Baker.
Keduanya akan bentrok dalam duel panas Buriram United kontra Melbourne City.
Pertandingan ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua wakil Indonesia di pentas tertinggi Asia.
Bagi Sandy Walsh, laga ini menjadi momen penting dalam kiprahnya bersama Buriram.

Bek berusia 30 tahun itu tampil konsisten dan menjadi pemain kunci di berbagai kompetisi musim ini.
Ia bahkan turun sebagai starter saat Buriram menundukkan Shanghai Shenhua dengan skor 2-0.
Sepanjang ajang Liga Champions Asia, Sandy telah mencatat lima penampilan dengan total 185 menit bermain.
Meski sempat menepi akibat cedera, performanya tetap stabil dan berpengaruh.
Baca Juga: Resmi! 3 Pemain Keturunan Indonesia dalam Satu Naungan, Salah Satunya Wonderkid Garuda
Sementara itu, Mathew Baker masih berjuang menembus skuad utama Melbourne City.
Talenta muda Garuda ini baru dua kali masuk daftar cadangan pada fase grup.
Sayangnya, ia belum mendapatkan kesempatan bermain di laga resmi.
Namun, peluang tampil tetap terbuka seiring padatnya jadwal dan rotasi pemain.
Duel ini akan berlangsung dalam format dua leg yang menjanjikan tensi tinggi.
Leg pertama dijadwalkan berlangsung di kandang Melbourne City pada 3 Maret.
Sementara leg kedua akan digelar di markas Buriram United pada 10 Maret.
Pertemuan ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua pemain Indonesia.
Siapa pun yang tampil maksimal berpeluang membawa timnya melangkah lebih jauh.
Bentrok Sandy Walsh dan Mathew Baker pun layak dinantikan publik Tanah Air.
Laga ini bukan sekadar duel klub, melainkan adu gengsi dua bintang Garuda.
Last man standing, hanya satu yang akan bertahan melaju ke babak berikutnya.
Kontributor : Imadudin Robani Adam