-
Persita kalah 0-1 dari Persib setelah gol penyama kedudukan dianulir wasit.
-
Carlos Pena menolak berkomentar pedas mengenai kepemimpinan wasit meski merasa sering dirugikan.
-
Hokky Caraka jadi kiper dadakan usai Igor Rodrigues mendapat kartu merah di Bandung.
Saat sesi konferensi pers, Pena mendapatkan cecaran pertanyaan dari awak media mengenai momen krusial tersebut.
Ia menegaskan tidak ingin memperpanjang urusan dengan kepemimpinan wasit di atas lapangan hijau Bandung.
“Tidak ada komentar tentang wasit, tidak ada komentar. Ini bukan pertama kalinya kami mengalami situasi seperti ini, tetapi saya tidak ingin berkomentar,” kata Pena dalam konferensi pers seusai laga.
Pernyataan singkat tersebut menunjukkan rasa frustrasi yang mendalam dari pelatih berusia 42 tahun itu.
Fokus sang pelatih kini nampaknya sudah beralih untuk mengevaluasi performa keseluruhan anak asuhnya.
Nasib buruk Persita tidak berhenti pada dianulirnya gol penyeimbang yang dicetak oleh Matheus Alves.
Pada masa tambahan waktu babak kedua, penjaga gawang utama mereka, Igor Rodrigues, harus keluar lapangan.
Wasit memberikan kartu merah kepada kiper tersebut setelah melakukan pelanggaran keras di area pertahanan.
Kondisi semakin sulit bagi Persita karena jatah pergantian pemain mereka sudah habis terpakai semua.
Kekosongan posisi di bawah mistar gawang memaksa tim melakukan tindakan darurat yang sangat tidak biasa.
Secara mengejutkan, Carlos Pena menunjuk striker muda Hokky Caraka untuk mengenakan sarung tangan kiper.
Pemain yang biasanya bertugas mencetak gol itu harus berjibaku menghalau serangan lawan di menit akhir.
Keputusan menempatkan pemain depan sebagai kiper ini menjadi momen yang sangat langka dalam kompetisi resmi.
Meski bermain dengan sepuluh orang, Persita mampu mencegah Persib Bandung menambah keunggulan mereka di sisa waktu.
Hokky Caraka tampil disiplin menjaga gawangnya agar tidak kebobolan untuk kedua kalinya dalam laga itu.