Deretan Pemain Timnas Indonesia di Eropa Berjuang Keras Hindari Jurang Degradasi

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:50 WIB
Deretan Pemain Timnas Indonesia di Eropa Berjuang Keras Hindari Jurang Degradasi
Kevin Diks (IG Kevin Diks)
baca 10 detik

Empat pemain diaspora Indonesia sedang berjuang menyelamatkan klub masing-masing dari ancaman degradasi Eropa.

Kondisi klub yang dibela Emil Audero hingga Ole Romeny kini terjepit di zona merah.

Performa buruk klub memaksa bintang Timnas Indonesia bekerja ekstra keras demi menghindari turun kasta.

Suara.com - Kondisi kurang menguntungkan sedang menyelimuti sejumlah pemain keturunan Indonesia di Timnas Indonesia yang berkarier di benua Eropa.

Para pemain andalan Skuad Garuda ini harus memutar otak demi membawa klub mereka menjauh dari zona merah degradasi.

Meskipun tersebar di berbagai kompetisi bergengsi, tantangan berat menghadang langkah mereka di sisa musim kompetisi.

Turun kasta tentu menjadi mimpi buruk yang ingin dihindari oleh para pemain profesional di level tertinggi.

Beberapa tim saat ini memang masih memiliki peluang untuk merangkak naik ke posisi yang lebih aman.

Perjuangan Emil Audero di Kasta Tertinggi Italia

Kiper kelahiran Mataram, Emil Audero Mulyadi, saat ini tengah menjadi benteng terakhir bagi klub Cremonese.

Pemain yang datang dengan status pinjaman dari Como tersebut sedang berada dalam situasi yang sangat krusial.

Posisi Cremonese saat ini tertahan di peringkat ke-17 yang merupakan batas akhir dari zona aman klasemen.

baca juga

Situasi semakin mencekam karena perolehan poin mereka sama persis dengan penghuni peringkat di bawahnya, Lecce.

Cremonese tercatat belum pernah memetik satu kemenangan pun dalam dua belas pertandingan terakhir yang mereka jalani.

Tugas Emil Audero semakin berat karena akhir pekan ini mereka harus berhadapan dengan raksasa AC Milan.

Situasi Sulit Ragnar Oratmangoen di Liga Belgia

Beralih ke kompetisi di Belgia, nasib kurang beruntung juga dialami oleh penyerang sayap Ragnar Oratmangoen.

Ragnar saat ini membela FCV Dender, sebuah tim yang dimiliki oleh tokoh politik asal Indonesia, Sihar Sitorus.

Klub ini tengah terpuruk di dasar klasemen atau peringkat ke-16 pada kompetisi kasta tertinggi Liga Belgia tersebut.

Kesenjangan poin FCV Dender cukup jauh jika dibandingkan dengan tim yang berada di posisi dua belas.

Tercatat sudah sepuluh laga mereka lalui tanpa pernah mencicipi manisnya sebuah kemenangan di lapangan hijau.

Jika tren negatif ini tidak segera dihentikan, FCV Dender dipastikan akan kembali terlempar ke kasta kedua.

Misi Penyelamatan Kevin Diks di Bundesliga Jerman

Pemain belakang Timnas Indonesia, Kevin Diks, juga tidak lepas dari tekanan besar di kompetisi Bundesliga.

Bek tangguh berusia 29 tahun ini sedang berupaya keras menjaga eksistensi Borussia Monchengladbach agar tetap bertahan.

Meskipun Monchengladbach belum masuk ke zona merah, posisi mereka saat ini masih sangat riskan di urutan ke-14.

Koleksi poin mereka hanya berselisih tipis sebanyak tiga angka dari tim penghuni zona degradasi, Werder Bremen.

Kevin Diks dituntut tampil maksimal di setiap laga untuk menjauhkan tim dari kejaran lawan di bawahnya.

Konsistensi lini pertahanan menjadi kunci utama bagi Kevin Diks dalam menghadapi gempuran penyerang lawan di Jerman.

Pertarungan di papan bawah Bundesliga diprediksi akan berlangsung sengit hingga pekan-pekan terakhir musim ini berlangsung.

Oxford United dan Tantangan Besar Ole Romeny

Kabar dari kompetisi kasta kedua Liga Inggris memperlihatkan perjuangan striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, bersama timnya.

Ole Romeny kembali dipercaya tampil untuk membela Oxford United yang merupakan klub milik Erick Thohir.

Sayangnya performa The Yellows sedang mengalami penurunan tajam hingga terjebak di posisi kedua dari bawah.

Peringkat ke-23 yang dihuni Oxford United saat ini membuat mereka sangat rentan terdegradasi ke divisi ketiga.

Jarak lima poin masih menjadi penghalang bagi mereka untuk bisa mencapai zona aman di posisi ke-21.

Skuad asuhan Matt Bloomfield tersebut sudah melewati enam laga berturut-turut tanpa berhasil meraih poin penuh sama sekali.

Evaluasi Performa Pemain Diaspora di Luar Negeri

Fenomena ini menjadi perhatian besar bagi para pecinta sepak bola di tanah air yang memantau pemain abroad.

Pengalaman bertarung di bawah tekanan zona degradasi diharapkan bisa membentuk mentalitas yang lebih kuat bagi mereka.

Diharapkan para pemain ini mampu memberikan kontribusi maksimal agar tetap bisa berkompetisi di level elit Eropa.

Masa depan karier mereka di klub masing-masing tentu sangat bergantung pada hasil akhir di penghujung musim.

Dukungan dari suporter Indonesia terus mengalir agar para pemain diaspora ini bisa membawa timnya bangkit.

Setiap menit bermain di liga top dunia sangat berharga untuk peningkatan kualitas individu pemain Timnas Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukti Kualitas Mendunia, 5 Pemain Keturunan Timnas Indonesia Kuasai Liga Elite Eropa

Bukti Kualitas Mendunia, 5 Pemain Keturunan Timnas Indonesia Kuasai Liga Elite Eropa

Bola | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:05 WIB

Kondisi Terbaru Pratama Arhan Operasi Meniskus, Terancam Tak Dipanggil John Herdman

Kondisi Terbaru Pratama Arhan Operasi Meniskus, Terancam Tak Dipanggil John Herdman

Bola | Rabu, 25 Februari 2026 | 07:05 WIB

Jesus Casas Batal Latih Timnas Indonesia Berlabuh ke Klub yang Pernah Repotkan Persib Bandung

Jesus Casas Batal Latih Timnas Indonesia Berlabuh ke Klub yang Pernah Repotkan Persib Bandung

Bola | Rabu, 25 Februari 2026 | 06:05 WIB

Terkini

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

×