-
Persib Bandung tetap percaya diri menjamu Madura United meski Bojan Hodak absen bertanding.
-
Federico Barba menegaskan kekompakan tim menjadi kunci utama meraih kemenangan di kandang.
-
Target tiga poin menjadi harga mati Persib demi menjaga persaingan gelar juara.
Bagi Barba, esensi dari sebuah pertandingan sepak bola terletak pada soliditas antar lini pemain.
Komunikasi intensif antar pemain tetap terjaga meski tanpa arahan langsung dari pinggir lapangan pertandingan.
Seluruh pemain Persib telah menginternalisasi skema taktik yang selama ini diberikan dalam sesi latihan.
Persatuan di dalam ruang ganti menjadi modal berharga untuk meredam agresivitas tim tamu nanti malam.
"Yang terpenting ialah semuanya bersama-sama, kami bicara bersama-sama dan kami itu adalah tim. Ketika menjadi sebuah tim, setiap individu harus menyatu dengan yang lainnya."
Madura United diprediksi akan tampil dengan wajah yang jauh berbeda dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya.
Jeda paruh musim telah dimanfaatkan oleh lawan untuk melakukan perombakan komposisi pemain secara signifikan.
Barba melihat adanya peningkatan kualitas permainan yang bisa menyulitkan ambisi kemenangan tim tuan rumah tersebut.
Perubahan strategi lawan di putaran kedua ini menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih Persib.
Kewaspadaan tinggi diterapkan agar poin penuh tidak dicuri oleh tim tamu dalam laga malam ini.
Meskipun lawan berkembang, mentalitas juara yang dimiliki skuad Persib Bandung diklaim tidak akan memudar sedikitpun.
Ambisi untuk terus merangkak naik ke posisi puncak klasemen menjadi motivasi tambahan bagi semua pemain.
Persaingan gelar juara yang semakin sengit menuntut Persib untuk tidak membuang peluang di laga kandang.
Persiapan taktis selama dua hari terakhir fokus pada cara membongkar pertahanan rapat milik Madura United.
"Jadi untuk di putaran kedua liga, seluruh tim bisa melakukan perubahan yang sangat besar. Tapi tak ada yang berubah dari mentalitas tim kami, karena kami bertekad untuk mendapatkan tiga poin," jelas Barba.