-
Persebaya mengevaluasi akurasi 20 tembakan yang minim sasaran saat menghadapi PSM Makassar.
-
Coach Tavares menekankan perbaikan visi bermain dan siap memainkan pemain usia remaja.
-
Gali Freitas bersyukur atas gol kemenangan dan dukungan penuh dari suporter Bonek.
Suara.com - Kemenangan tipis satu kosong Persebaya Surabaya atas PSM Makassar di Stadion GBT menyisakan catatan penting.
Pelatih tim berjuluk Bajol Ijo Bernardo Tavares menyoroti rendahnya efisiensi penyelesaian akhir para pemain depannya.
Statistik menunjukkan ada 20 upaya tembakan namun hanya tiga yang mengarah tepat sasaran.
Meski menang, juru taktik tersebut merasa kualitas tendangan ke gawang harus segera diperbaiki total.
“Namun saya bersyukur mereka (pemain) masih membuat banyak peluang," kata Tavares dalam konferensi pers pascapertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu malam.
Penyelesaian akhir yang lemah dianggap sebagai beban yang harus diselesaikan sebelum jadwal laga mendatang.
Sang pelatih merasa jumlah peluang yang melimpah menjadi sia-sia jika tidak berbuah gol tambahan.
Ketajaman dalam mengeksekusi bola menjadi fokus utama dalam sesi latihan tim di hari berikutnya.
“Hari ini kami menciptakan banyak, tapi ke depannya saat menembak bola, akurasi harus ditingkatkan,” ucapnya.
Tavares menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih tenang saat berada di area kotak penalti lawan.
Sebelumnya, para pemain sering terlihat terlalu tergesa-gesa dalam melepaskan operan-operan panjang yang tidak akurat.
Kini, pola permainan bola pendek dari kaki ke kaki mulai menunjukkan hasil yang lebih positif.
Pelatih secara khusus mengadakan sesi diskusi empat mata dengan beberapa penggawa untuk mematangkan visi bermain.
Keputusan pemain dalam mendistribusikan bola di tengah lapangan kini menjadi lebih terukur dan efektif.
Kondisi rumput stadion yang mumpuni juga diakui sangat mendukung kelancaran skema permainan bola bawah.