AFC Sanksi PSSI Lagi Akibat Telat Lapor Laga Uji Coba Timnas Indonesia Lawan Mali

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 26 Februari 2026 | 10:45 WIB
AFC Sanksi PSSI Lagi Akibat Telat Lapor Laga Uji Coba Timnas Indonesia Lawan Mali
Timnas Indonesia U-23 (Antara)
baca 10 detik
  • PSSI didenda Rp25 juta oleh AFC akibat telat lapor laga uji coba kontra Mali.

  • Pelanggaran administratif ini tercatat sebagai kesalahan ketujuh yang dilakukan oleh federasi Indonesia.

  • AFC memberikan waktu 30 hari kepada PSSI untuk melunasi seluruh denda finansial tersebut.

Suara.com - AFC baru saja merilis keputusan tegas terkait pelanggaran administratif PSSI.

Otoritas sepak bola tertinggi di Asia tersebut memberikan teguran keras atas ketidakpatuhan federasi terhadap regulasi.

Keputusan ini lahir setelah Komite Etik dan Disiplin AFC menggelar sidang formal pada Rabu (25/2).

Hasil sidang tersebut mengonfirmasi bahwa Indonesia resmi menerima satu poin sanksi yang bersifat mengikat secara hukum.

Pelanggaran ini bermula dari penyelenggaraan laga uji coba antara Timnas Indonesia U-23 melawan Mali.

Dalam keterangan resminya AFC menyatakan bahwa PSSI terbukti melanggar Regulasi Pertandingan Internasional yang berlaku.

Fokus utama pelanggaran terletak pada Pasal 11 yang mengatur prosedur pertandingan internasional untuk level dua.

Aturan tersebut mewajibkan setiap federasi untuk melaporkan jadwal pertandingan lintas konfederasi tepat waktu kepada AFC.

Keterlambatan laporan ini dianggap sebagai kelalaian serius dalam manajemen operasional pertandingan resmi di level kontinental.

baca juga

Laga yang mempertemukan wakil Asia dan Afrika ini seharusnya dilaporkan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

Pihak AFC menyoroti bahwa keterlambatan laporan kali ini bukanlah kejadian pertama yang dilakukan oleh PSSI.

Secara akumulatif ini merupakan bentuk pelanggaran ketujuh yang tercatat dalam buku disiplin federasi sepak bola Indonesia.

Repetisi kesalahan administrasi ini menjadi catatan merah bagi kredibilitas manajemen pertandingan internasional di bawah PSSI.

Pemerintah dan publik sepak bola nasional kini menaruh perhatian besar pada efisiensi kinerja staf internal federasi.

Hal ini menunjukkan adanya urgensi perbaikan sistem birokrasi di dalam tubuh organisasi sepak bola nasional tersebut.

Sebagai konsekuensi dari kelalaian tersebut AFC menjatuhkan hukuman finansial kepada pihak federasi Indonesia dalam waktu dekat.

Besaran denda yang ditetapkan adalah senilai US$1.500 atau jika dikonversi setara dengan angka Rp25 juta.

Angka tersebut wajib segera dilunasi oleh pihak PSSI sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.

AFC memberikan durasi maksimal selama 30 hari kalender setelah surat putusan ini resmi diterbitkan publik.

Mengingat jumlah denda yang relatif kecil kemungkinan besar pihak federasi tidak akan mengajukan keberatan resmi.

Hingga saat ini belum ada rilis resmi dari pihak kantor pusat PSSI mengenai langkah selanjutnya.

Mengenai putusan ini, CNN Indonesia telah menghubungi Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi.

Namun, hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari PSSI terkait denda administratif tersebut.

Sikap diam dari otoritas federasi menimbulkan banyak spekulasi di kalangan pengamat sepak bola tanah air sekarang.

Publik masih menunggu klarifikasi mendalam mengenai penyebab utama terjadinya keterlambatan pengajuan dokumen yang terus berulang.

Ternyata Indonesia tidak sendirian dalam menerima surat cinta dari Komite Disiplin AFC pada sesi ini.

Sejumlah negara kuat sepak bola lainnya seperti Vietnam dan Uzbekistan juga terpantau mendapatkan sanksi serupa.

Irak dan beberapa klub profesional di wilayah Asia turut masuk dalam daftar hitam pelanggaran disiplin tersebut.

Jenis pelanggaran yang dijatuhkan AFC kepada masing-masing pihak bervariasi tergantung pada tingkat kesalahan yang dilakukan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh anggota AFC untuk lebih teliti terhadap detail regulasi.

Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi manajemen Timnas Indonesia dalam menyusun agenda uji coba.

Ketelitian dalam mengurus dokumen lintas konfederasi antara AFC dan CAF harus menjadi prioritas utama staf terkait.

Sinkronisasi antara jadwal pertandingan dan pelaporan administratif harus berjalan beriringan tanpa adanya keterlambatan yang merugikan.

Jika terus berulang sanksi yang lebih berat dari sekadar denda finansial bisa saja menghantam sepak bola Indonesia.

Kepatuhan terhadap regulasi internasional adalah kunci utama dalam membangun profesionalisme sepak bola di level dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinggal Dewa United! Jan Olde Siap Bawa Harapan Indonesia di Asia

Tinggal Dewa United! Jan Olde Siap Bawa Harapan Indonesia di Asia

Bola | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:00 WIB

John Herdman Langsung Dapat Tantangan dari PSSI Jelang FIFA Series 2026

John Herdman Langsung Dapat Tantangan dari PSSI Jelang FIFA Series 2026

Bola | Rabu, 25 Februari 2026 | 18:15 WIB

Super League Dapat Dua Slot Kompetisi Asia, Persija-Persib Jadi Wakil Indonesia?

Super League Dapat Dua Slot Kompetisi Asia, Persija-Persib Jadi Wakil Indonesia?

Bola | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:49 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×