-
Richard Keys berhenti siaran karena serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
-
Donald Trump mengonfirmasi operasi tempur besar-besaran untuk menghancurkan ancaman dari rezim Iran.
-
Warga Inggris di Qatar dan sekitarnya diminta segera berlindung akibat serangan rudal.
Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah aliansi Amerika Serikat dan Israel menyerbu wilayah kedaulatan Iran.
Sejumlah rudal dilaporkan menghantam wilayah ibu kota Teheran yang memicu kepanikan luar biasa di warga sipil setempat.
Militer Iran tidak tinggal diam dan langsung melakukan serangan balik ke arah Israel dan kawasan Teluk lainnya.
Aksi pengeboman masif ini dimulai sekitar pukul 09.40 waktu setempat pada hari Sabtu yang mengejutkan dunia internasional.
Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat memberikan konfirmasi resmi mengenai keterlibatan langsung militer mereka dalam operasi ini.
Ia mengklaim bahwa tindakan agresi tersebut dilakukan demi menghapus ancaman nyata yang datang dari rezim penguasa Iran.
“Beberapa waktu lalu, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran.”
Pihak Gedung Putih bersikeras bahwa prioritas utama mereka adalah melindungi warga Amerika dari bahaya yang dipicu oleh Teheran.
“Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran.”
Sementara itu, pejabat senior Iran melalui Reuters menyatakan bahwa mereka akan segera menuntut balas atas serangan ini.
Pemerintah Iran berjanji akan memberikan tanggapan militer yang jauh lebih kuat sebagai bentuk pertahanan diri mereka.
Kembali ke sosok Richard Keys, ia diketahui pindah ke Doha pada tahun 2013 bersama rekan setianya, Andy Gray.
Kepindahan tersebut terjadi setelah karier panjang mereka di Sky Sports berakhir akibat skandal komentar yang kontroversial.
Keduanya sempat terlibat masalah serius terkait komentar seksis terhadap seorang asisten wasit wanita bernama Sian Massey.
Rekaman pembicaraan yang bocor ke publik tersebut memicu protes luas hingga berujung pada pemutusan kontrak kerja mereka.