- Mantan pemain Barcelona, Munir El Haddadi, berhasil dievakuasi dari Iran menuju Turki melalui jalur darat 16 jam.
- Rencana awal Munir meninggalkan Teheran melalui jalur udara gagal karena adanya ancaman serangan di kawasan tersebut.
- Kondisi keamanan Iran memaksa Munir fokus pada keselamatan dirinya setelah konflik bersenjata meningkat dengan AS dan Israel.
Suara.com - Mantan pemain Barcelona, Munir El Haddadi, mengungkap detik-detik dramatis saat dirinya harus meninggalkan Iran menyusul konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel.
Penyerang yang kini membela Esteghlal Teheran itu memastikan dirinya sudah dalam kondisi aman setelah berhasil keluar dari Iran melalui jalur darat menuju Turki.
Munir awalnya berniat meninggalkan Teheran menggunakan penerbangan komersial. Namun rencana itu gagal total.
“Tujuan kami adalah keluar lewat jalur udara, tetapi akhirnya kami dievakuasi dari pesawat dan tidak bisa lepas landas,” tulis Munir melalui akun Instagram pribadinya.
Menurut pengakuannya, saat berada di bandara Teheran ia mendapat kabar bahwa serangan baru saja terjadi.
Otoritas klub kemudian menghentikan penerbangan dan menurunkannya dari pesawat demi alasan keamanan.
Tak ingin terjebak lebih lama di zona konflik, pihak klub langsung bergerak cepat. Esteghlal menyediakan kendaraan untuk membawa Munir menuju perbatasan Turki.
Perjalanan darat itu memakan waktu sekitar 16 jam.
“Klub memberi saya mobil untuk keluar dari negara lewat jalur darat. Berkat itu saya bisa melintasi perbatasan tanpa masalah,” jelasnya dilansir dari 20minutos
Baca Juga: Lolos dari Maut, Pesawat Raisa Terbang 1 Jam Sebelum Bandara Dubai Dirudal
Setelah tiba di Turki, Munir melanjutkan perjalanan dan akhirnya mendarat di Madrid lebih dari 24 jam sejak awal upaya pelariannya.
Munir sendiri mengaku belum mengetahui kapan kompetisi di Iran bisa kembali berjalan normal. Untuk saat ini, fokus utamanya adalah keselamatan.
“Yang terpenting sekarang saya sudah di sini dan dalam keadaan aman,” ujarnya setibanya di Bandara Barajas, Madrid.
Kiper asal Spanyol, Antonio Adan, disebut berhasil keluar dari Iran dengan salah satu penerbangan terakhir sebelum wilayah udara ditutup.
Sementara pemain lain seperti Ivan Sanchez juga sempat tertahan di bandara.
Situasi geopolitik juga berimbas pada agenda internasional. Rencana laga Finalissima antara Spanyol dan Argentina dikabarkan ditangguhkan menyusul eskalasi konflik di kawasan tersebut.