- Kiper Iran ternama, Rashid Mazaheri, hilang kontak lebih dari 48 jam pasca unggahan kontroversial di media sosial.
- Mazaheri sempat mengunggah foto Ali Khamenei dengan label "Setan" dan menyatakan kekuasaannya telah berakhir.
- Istri Mazaheri membantah tuduhan penipuan keuangan; otoritas belum memberikan pernyataan resmi mengenai keberadaannya.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari sepak bola Iran. Kiper ternama, Rashid Mazaheri, dilaporkan hilang kontak dengan keluarganya lebih dari 48 jam setelah mengunggah pernyataan kontroversial di media sosial.
Mazaheri sebelumnya membagikan foto mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dengan label Satan (Setan).
Dalam unggahan tersebut, ia juga menulis, “Kekuasaanmu atas tanah suci ini telah berakhir.”
Tak lama kemudian, unggahan itu dihapus.
Sang istri, Maryam Abdollahi, mengungkapkan bahwa hingga kini ia tidak mengetahui keberadaan suaminya.
Melalui Instagram, ia membantah berbagai laporan yang menyebut Mazaheri tersandung kasus finansial.
Sebelumnya, kantor berita Fars yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa Mazaheri menerima surat panggilan atas dugaan penipuan senilai 4 miliar toman atau sekitar 80 ribu dolar AS.
Media tersebut juga menuding sang pemain memanfaatkan situasi negara untuk menghindari kewajiban utang.
Namun, Abdollahi menegaskan tuduhan tersebut tidak benar.
Baca Juga: Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Hanya 2 Negara Ini yang Berpotensi Gantikan Iran
“Setiap laporan yang menyebut ia ditangkap karena masalah keuangan adalah kebohongan yang dibuat untuk menutupi kebenaran,” tulisnya seperti dilansir dari iranintl
Ia juga menyebut tudingan itu sebagai skenario kotor yang sengaja dirancang.
Mazaheri dikenal sebagai salah satu penjaga gawang papan atas Iran. Ia pernah memperkuat raksasa Teheran, Esteghlal Teheran, dan sempat masuk dalam skuad sementara Timnas Iran untuk Piala Dunia 2018 di Rusia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai status terbaru Mazaheri.
Kontributor: Azka Putra