-
Persebaya sukses menahan imbang Persib 2-2 lewat perjuangan mental yang luar biasa.
-
Bernardo Tavares melakukan perubahan taktik cerdik untuk meredam keunggulan postur pemain lawan.
-
Toni Firmansyah tampil impresif di posisi baru dan siap kerja keras demi tim.
"Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi masuknya pemain bertubuh tinggi dari Persib," ucapnya.
Langkah taktis tersebut diambil berdasarkan hasil pengamatan mendalam terhadap pola serangan tim lawan sebelumnya.
Persib Bandung dikenal sangat mematikan ketika melakukan penetrasi melalui umpan silang dari sektor sayap mereka.
Keunggulan postur tubuh penyerang Maung Bandung menjadi perhatian serius yang harus diredam oleh lini belakang.
Analisis video pertandingan sebelumnya membantu staf pelatih dalam menentukan posisi pemain yang paling tepat di lapangan.
Sorotan tajam tertuju pada sosok Toni Firmansyah yang dipasang pada posisi yang tidak biasa baginya.
Toni yang sejatinya adalah seorang gelandang tengah justru dipercaya mengawal sisi kanan penyerangan tim Bajul Ijo.
Kecepatan lari dan teknik olah bola yang mumpuni menjadi alasan kuat Tavares memilih pemain muda tersebut.
Ternyata eksperimen ini membuahkan hasil manis dengan terciptanya satu assist krusial bagi gol balasan tim.
Agresivitas Toni di sisi sayap terbukti mampu merepotkan barisan pertahanan lawan yang mencoba melakukan tekanan balik.
“Dia aslinya bukan pemain sayap kanan, tapi dia menyelesaikan pertandingan di posisi tersebut,” tuturnya.
Kehadiran suporter setia di tribun penonton memberikan suntikan motivasi yang sangat besar bagi seluruh penggawa.
Atmosfer magis yang diciptakan Bonek dan Bonita membuat para pemain seolah memiliki tenaga tambahan yang berlipat.
Hal ini sangat membantu skuat Persebaya yang saat ini tengah didera badai cedera di beberapa posisi penting.
Tavares merasa beruntung memiliki basis pendukung yang selalu berdiri di belakang tim dalam kondisi sulit sekalipun.