- Persebaya Surabaya bermain imbang 2-2 melawan Persib Bandung di Gelora Bung Tomo pada Senin (2/3/2026) malam.
- Pelatih Bernardo Tavares mengapresiasi mentalitas juang tim meski hasil akhir pertandingan adalah seri.
- Tavares melakukan pergantian taktis antisipatif untuk menahan keunggulan fisik pemain Persib Bandung.
Suara.com - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberikan apresiasi terhadap mental bertanding anak asuhnya setelah mampu mengejar ketertinggalan dan bermain imbang 2-2 kontra juara bertahan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026) malam.
"Kami sebenarnya ingin menang, tapi kami harus tetap senang dengan semangat juang pemain meski hasilnya seri,” kata Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.
Menurutnya, laga berjalan terbuka karena kedua tim sama-sama menciptakan banyak peluang sepanjang 90 menit. Ia menilai skor imbang cukup merepresentasikan jalannya pertandingan.
Terkait strategi, Tavares menjelaskan pergantian pemain dilakukan setelah Milos Raickovic melakukan pelanggaran berbahaya di area dekat kotak penalti menjelang akhir babak pertama.
Ia melihat kondisi fisik Milos mulai menurun akibat padatnya jadwal, sehingga memutuskan memasukkan Gustavo Fernandes dan menggeser Risto Mitrevski lebih ke depan.
"Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi masuknya pemain bertubuh tinggi dari Persib," ucapnya.
Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil berdasarkan analisis pertandingan Persib sebelumnya yang kerap mencetak gol melalui skema umpan silang dengan memanfaatkan keunggulan postur para penyerangnya.
Selain itu, Tavares juga menyoroti peran suporter Bonek dan Bonita yang dinilainya memberikan dorongan moral luar biasa sepanjang pertandingan. Atmosfer stadion disebutnya sangat membantu tim, terutama ketika Persebaya harus memainkan beberapa pemain di luar posisi ideal akibat badai cedera.
“Saya tidak bisa komplain sedikit pun terhadap apa yang terjadi para pemain,” kata Tavares.
(Antara)