- Paul Scholes memuji kinerja caretaker Michael Carrick yang membawa United ke posisi ketiga klasemen sementara.
- Scholes meragukan pengalaman Carrick menangani situasi sulit klub besar seperti Manchester United saat ini.
- Legenda MU tersebut menilai Carlo Ancelotti adalah kandidat ideal pelatih permanen karena pengalaman manajerialnya.
Suara.com - Legenda Manchester United, Paul Scholes menyatakan bahwa meski Michael Carrick melakukan pekerjaan hebat sebagai caretaker, namun belum pas untuk jadi pelatih tetap di Old Trafford.
Scholes menyebut bahwa kandidat paling ideal untuk jadi pelatih permanen Manchester United ialah eks pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti.
Carrick, yang ditunjuk sebagai manajer sementara setelah pemecatan Ruben Amorim pada Januari, berhasil memenangkan enam dari tujuh laga.
Ia membawa Red Devils naik ke posisi ketiga Premier League, di atas rival top empat seperti Aston Villa, Liverpool, dan Chelsea.
“Michael Carrick melakukan pekerjaan luar biasa, itu sungguh luar biasa perubahannya,” ujar Scholes dilansir dari Metro.uk
“Dia menekan para pemilik klub dengan sangat nyata. Kalau saya jadi pemilik, saya pasti berpikir keras tentang keputusan ini.”
![Manchester United sukses menembus zona kualifikasi Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal 3-2, kemenangan liga pertama mereka di Emirates sejak 2017.. [Dok. IG Manchester United]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/26/94501-manchester-united-matheus-cunha.jpg)
Namun, Scholes tetap mempertanyakan pengalaman Carrick menghadapi situasi sulit di klub besar.
“Pertanyaan tentang Michael adalah, apakah dia memiliki pengalaman? Saya tahu dia sudah menangani tim di Championship, tapi ini jelas berbeda. Bisakah dia membawa United juara Premier League? Kita belum tahu.”
Scholes menegaskan bahwa sosok yang paling tepat untuk Manchester United adalah Carlo Ancelotti.
“Sekarang, yang sempurna ada di luar sana… Ancelotti. Dia bisa membuat pemain merasa seperti jutawan dan punya pengalaman memenangkan banyak trofi,” kata Scholes.
“Satu-satunya pertanyaan adalah apakah dia terlalu tua. Tapi kalau soal pengalaman dan kemampuan manajerial, dia sempurna untuk United.”
Scholes menekankan pentingnya peran manajer yang mampu mengelola pemain secara psikologis, bukan hanya teknik atau taktik.
“Kalau lihat Real Madrid dengan Ancelotti, Zidane, mereka bukan pelatih paling teknis, tapi mereka hebat sebagai manajer pemain,"
"Ruben Amorim terobsesi dengan taktik, tapi tidak berhasil. Apakah klub besar perlu tipe seperti itu, atau justru manajer yang bisa mengelola pemain dengan baik?”
Ia juga menyoroti sejarah Sir Alex Ferguson sebagai bukti bahwa manajemen pemain bisa lebih menentukan daripada taktik.