- Tiga wasit asal Meksiko, termasuk wasit Piala Dunia Cesar Arturo Ramos, terjebak di Doha, Qatar, akibat penutupan wilayah udara di Timur Tengah.
- Penutupan penerbangan komersial tersebut merupakan dampak dari eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang memanas akhir pekan lalu.
- Federasi Sepak Bola Meksiko terus menjalin komunikasi intensif dengan para wasit yang tertahan di hotel setelah mereka menyelesaikan tugas memimpin laga Liga Arab Saudi.
Suara.com - Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah menyebabkan penutupan wilayah udara di Timur Tengah secara mendadak.
Situasi mencekam ini berdampak langsung pada nasib tiga wasit asal Meksiko yang kini dilaporkan terjebak di Doha, Qatar, tanpa kepastian jadwal kepulangan.
Wasit Piala Dunia, Cesar Arturo Ramos Palazuelos, beserta dua asistennya tidak bisa meninggalkan kawasan tersebut akibat lumpuhnya penerbangan komersial pasca serangan militer akhir pekan lalu.
Ketegangan geopolitik memanas drastis setelah aksi militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu serangan balasan ke negara-negara tetangga.
Mengutip laporan media Ole, Cesar Ramos dan timnya tertahan setelah otoritas penerbangan setempat memutuskan menutup akses udara demi alasan keselamatan.
Sebelum insiden ini terjadi, perangkat pertandingan tersebut baru saja menyelesaikan tugas internasional memimpin laga Liga Arab Saudi antara Al Qadisiya melawan Al-Ettifaq pada Senin (23/2).
Rombongan wasit ini sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang menuju Meksiko dan hanya dijadwalkan melakukan transit teknis di Qatar.
Namun, rencana tersebut berantakan karena seluruh penerbangan komersial di Qatar dan wilayah sekitarnya dihentikan operasionalnya hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) melalui Komisi Wasit mengonfirmasi bahwa ketiga perangkat pertandingan tersebut saat ini masih tertahan di hotel tempat mereka menginap.
"Federasi Sepak Bola Meksiko, melalui Komisi Wasit, menginformasikan bahwa sejak Sabtu lalu terus menjalin komunikasi intens dengan tiga wasit Meksiko di Qatar," tulis pernyataan resmi federasi.
Pihak federasi menegaskan bahwa ketiganya tidak dapat kembali ke Meksiko akibat penutupan wilayah udara di bandara-bandara kawasan Timur Tengah.
Selain Cesar Ramos, dua asisten wasit yang turut merasakan dampak konflik bersenjata ini adalah Alberto Morín dan Marco Bisguerra.
Kontributor: Adam Ali