- Laga PEC Zwolle versus AFC Ajax berakhir imbang tanpa gol menampilkan duel pemain keturunan Indonesia.
- Tristan Gooijer menyatakan performa fisiknya belum maksimal pasca lama tidak bermain dan perlu adaptasi.
- Gooijer berambisi kembali ke tim utama Ajax meski merasa nyaman dan senang bermain bersama PEC Zwolle.
Suara.com - Laga antara PEC Zwolle dan AFC Ajax pada akhir pekan lalu berakhir tanpa gol.
Pada pertandingan tersebut tercipta derby pemain keturunan Indonesia antara Maarten Paes melawan Tristan Gooijer.
Usai pertandingan, Tristan Gooijer mengaku dirinya belum sepenuhnya kembali ke performa terbaik.
“Saya ingin langsung tampil sejak Januari, tetapi saya masih merasa belum seperti diri saya yang dulu,” ujarnya kepada De Stentor.
Gooijer menyoroti kondisi fisiknya yang lama tidak bermain. “Tubuh saya sudah lama tidak tampil, jadi saya harus beradaptasi lagi,” katanya.
Ia juga mengkritik pengambilan keputusannya di lapangan.

“Kadang saya masih terlalu kekanak-kanakan dalam memilih opsi dan harus belajar untuk sekadar menyapu bola,” ucapnya.
Meski begitu, ia merasa ada perkembangan. “Saya rasa saya membuat langkah maju,” tegas Gooijer.
Pertandingan itu juga menjadi momen reuni kecil baginya. Ia sempat berbincang dengan mantan rekan setimnya, Kian Fitz-Jim, yang kini membela Ajax.
“Kami selalu menjaga komunikasi dengan baik,” kata Gooijer.
“Saya masih mengenal tim ini dengan baik dan beberapa pemain sering menanyakan kabar saya.”
Bahkan sejak awal musim ia sudah menandai jadwal laga ini. “Sebelum musim dimulai, saya langsung melihat kapan pertandingan ini dimainkan,” ujarnya.
Gooijer menegaskan ambisinya tetap menembus tim utama Ajax. Namun ia juga membuka peluang bertahan lebih lama di Zwolle.
“Saya merasa seperti orang Zwolle dan senang berada di sini,” katanya. “Musim panas nanti saya akan berbicara dengan Ajax tentang apa yang mereka inginkan.”
Ia menilai timnya sudah berjuang maksimal. “Kami bertarung bersama dan melakukannya dengan baik,” ucapnya.