- Persaingan kiper Timnas memanas jelang debut John Herdman, dengan Emil Audero dipuji sementara Maarten Paes dikritik.
- Maarten Paes dikritik keras di Belanda, terutama soal umpan lemah meskipun baru mencatat nirbobol pertama bersama Ajax Amsterdam.
- Emil Audero konsisten tampil gemilang, menempati peringkat ketiga kiper terbaik Serie A hingga pekan ke-27 versi media Italia.
Suara.com - Menjelang debut pelatih John Herdman di ajang FIFA Series 2026, persaingan untuk merebut posisi nomor satu di bawah mistar gawang Timnas Indonesia memanas.
Dua kandidat utama, Emil Audero dan Maarten Paes justru mengalami nasib yang sangat kontras di level klub.
Di saat Emil Audero terus menuai pujian di Italia, Maarten Paes justru harus menerima kritik pedas di Belanda, meskipun baru saja mencatatkan nirbobol perdananya.
Maarten Paes
Maarten Paes memang berhasil menjaga gawangnya tetap perawan saat Ajax Amsterdam ditahan imbang 0-0 oleh PEC Zwolle.
Namun, di balik catatan positif itu, performanya justru mendapat sorotan tajam dari para pengamat sepak bola di Negeri Kincir Angin.
Kritik keras datang dari mantan pemain Ajax, Kenneth Perez. Ia menyoroti momen pada menit ke-65 saat Paes nyaris melakukan blunder fatal akibat sapuan bola yang tidak sempurna.
Beruntung kiper berpaspor Indonesia itu mampu memperbaiki kesalahan yang menghindarkan gawangnya dari kebobolan.
"Mereka punya pembuat masalah terbesar di gawang. Paes, dia memainkan umpan paling gila dan sangat lemah," ucap Perez dilansir dari Voetbal Primeur.
"Anda mesti melakukan umpan yang tepat. Itu selalu terjadi di Ajax," sambungnya.
Baca Juga: John Herdman Pusing 7 Keliling Kalau Tahu Kondisi Pemain Keturunan Rp 15,64 Miliar Ini
Pandangan serupa juga diungkapkan oleh analis ESPN Belanda, Marciano Vink. Menurutnya, Paes belum terbiasa dengan filosofi permainan Ajax yang menuntut seorang kiper untuk aktif membangun serangan dari bawah.
"Dia adalah penjaga gawang yang tidak perlu membangun permainan sebelum bergabung dengan Ajax. Dia belum pernah melakukannya tetapi sekarang dia bermain untuk Ajax," katanya.
Emil Audero
Situasi berbanding terbalik justru dialami Emil Audero di Italia. Performanya yang konsisten bersama Cremonese membuatnya kembali mendapat pengakuan dari media ternama, Tutto Mercato.
Dalam peringkat kiper terbaik Serie A hingga pekan ke-27, nama Audero berhasil menempati posisi ketiga dengan total poin 6,30.
Hebatnya, ia sukses mengungguli nama besar seperti kiper AC Milan, Mike Maignan yang harus tergeser dari posisi tiga besar.
"Wladimiro Falcone mengukuhkan posisinya sebagai kiper terbaik Serie A. Maignan tergeser dari podium setelah lama memimpin. Audero tampil gemilang. Corvi pergi, Caprile kembali," tulis Tutto Mercato dikutip pada Rabu (4/3/2026).