Persebaya Dipecundangi Madura United, Bernardo Tavares Semprot Wasit dan VAR

Galih Prasetyo

Sabtu, 18 April 2026 | 13:43 WIB
Persebaya Dipecundangi Madura United, Bernardo Tavares Semprot Wasit dan VAR
Pelatih Persebaya Surabaya Tavares melontarkan kritik tajam terhadap keputusan wasit usai timnya kalah 1-2 dari Madura United pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. [Instagram Persebaya]
baca 10 detik
  • Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengkritik keputusan wasit saat kalah 1-2 dari Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo.
  • Tavares memprotes dugaan pelanggaran penalti terhadap Bruno Paraiba yang tidak ditinjau oleh sistem VAR selama pertandingan.
  • Protes juga dilayangkan terkait gol kedua Madura United yang dinilai tidak sah karena keterlibatan pemain pengganti ilegal.

Suara.com - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares melontarkan kritik tajam terhadap keputusan wasit usai timnya kalah 1-2 dari Madura United pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.

Tavarez menilai ada sejumlah momen krusial yang merugikan timnya sepanjang pertandingan.

Salah satu yang disorot adalah dugaan pelanggaran terhadap Bruno Paraiba di dalam kotak penalti yang tidak berbuah hadiah penalti.

Tavares juga mempertanyakan tidak adanya intervensi VAR dalam situasi tersebut.

“Saya tidak mengerti kenapa VAR tidak menunjukkan itu,” ujar Tavares dalam konferensi pers usai laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Selain itu, ia memprotes proses terjadinya gol kedua Madura United.

Menurutnya, gol tersebut bermula dari pemain lawan yang masuk ke lapangan tanpa izin wasit saat Persebaya tengah menguasai bola.

“Dalam situasi itu, pemain datang dari luar tanpa kami melihat ada izin dari wasit, lalu mengambil bola dan mencetak gol,” katanya.

Tavares menegaskan, sesuai aturan, pemain pengganti seharusnya tidak boleh masuk ke lapangan tanpa sinyal resmi dari perangkat pertandingan.

baca juga

Tavarez menilai insiden tersebut menjadi salah satu faktor penentu hasil akhir laga.

Meski kecewa, Tavares memilih tidak memperpanjang polemik dengan melaporkan kejadian tersebut.

Tavarez menilai langkah itu tidak akan mengubah hasil pertandingan yang sudah selesai.

“Untuk apa dilaporkan. Pertandingan sudah selesai,” ucapnya.

Ia menambahkan, Persebaya kini akan fokus melakukan evaluasi dan memperbaiki performa tim.

“Sekarang kami harus fokus ke pertandingan selanjutnya dan mencoba lebih baik,” tutupnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MU Waspadai Efek Kejut Persebaya Surabaya Usai Dibantai Persija Jakarta

MU Waspadai Efek Kejut Persebaya Surabaya Usai Dibantai Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 17 April 2026 | 14:07 WIB

Krisis Pemain Jelang Derbi Suramadu, Persebaya Surabaya Siapkan Kejutan Taktik

Krisis Pemain Jelang Derbi Suramadu, Persebaya Surabaya Siapkan Kejutan Taktik

Bola | Jum'at, 17 April 2026 | 13:17 WIB

Laga Tandang ke Sleman, Maxwell Souza Tegaskan Persija Tak Mau Jemawa Lawan PSBS

Laga Tandang ke Sleman, Maxwell Souza Tegaskan Persija Tak Mau Jemawa Lawan PSBS

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 20:09 WIB

Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Batal di Kanjuruhan

Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Batal di Kanjuruhan

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 09:51 WIB

PSSI akan Hadirkan Kompetisi Baru untuk Musim Depan, Piala Indonesia?

PSSI akan Hadirkan Kompetisi Baru untuk Musim Depan, Piala Indonesia?

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 05:53 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×