- Tim Geypens tampil memukau bersama klubnya di Liga Belanda sesaat setelah mendapat panggilan resmi ke tim nasional senior.
- Sang bek masuk ke dalam 41 nama skuad bayangan pilihan pelatih baru untuk berlaga di turnamen ekshibisi akhir bulan Maret ini.
- Peluangnya mencatat debut sangat terbuka lebar akibat absennya dua pilar utama sektor bek kiri karena skorsing dan cedera.
Suara.com - Bek kiri potensial yakni Tim Geypens baru saja memperlihatkan performa memukau bersama klubnya FC Emmen di kompetisi Eropa.
Penampilan solid tersebut menjadi pembuktian kelayakannya setelah mendapat kepercayaan dari pelatih John Herdman untuk membela skuad Garuda.
Pemain berdarah Belanda ini secara resmi masuk ke dalam daftar pemanggilan sementara Timnas Indonesia jelang turnamen ekshibisi internasional bertajuk FIFA Series 2026.
Aksi impresif sang pemain tersaji saat timnya bertanding melawan Jong AZ dalam lanjutan kasta kedua Liga Belanda pada Selasa dini hari WIB.
Pemuda berusia 20 tahun tersebut masuk ke lapangan hijau dari bangku cadangan pada menit ke-76 untuk menggantikan Vicente Besuijen.
Berdasarkan catatan statistik dari Sofascore, ia sukses mencatatkan rating apik menyentuh angka 7,0 meski hanya bermain selama 14 menit waktu normal.
Selama berada di atas lapangan, ia menorehkan dua aksi pertahanan penting termasuk satu kali sapuan bola dari area berbahaya.
Ia juga menunjukkan dominasi mutlak dalam duel perebutan bola dengan menyapu bersih tiga kemenangan dari tiga kali kesempatan berduel.
Bahkan bek muda tersebut sukses menjaga area pertahanannya tanpa sekalipun berhasil dilewati lawan melalui skema giringan bola.
Baca Juga: Dipanggil ke Timnas Indonesia, Ezra Walian Bawa Bekal Mentereng
Catatan gemilang di level klub ini tentu menjadi modal berharga baginya sebelum terbang ke Jakarta pada akhir bulan Maret.
Pemanggilan bulan ini menjadi momen bersejarah mengingat ini adalah kali pertama ia dipanggil ke timnas senior sejak dinaturalisasi pada Februari 2025 silam bersama Ole Romeny dan Dion Markx.
Sebelumnya, ia sempat mendapat panggilan untuk skuad U-23 namun terpaksa batal bergabung karena penolakan izin dari pihak klub.
Manajemen klub menolak melepas sang pemain karena agenda tim junior saat itu berlangsung di luar kalender resmi pertandingan internasional dari federasi dunia.
Kini, aturan mewajibkan klub untuk melepas pemainnya karena agenda bulan ini berada dalam periode resmi jeda internasional.
Sepanjang musim ini bergulir, ia memang menjadi figur penting dengan catatan 24 kali penampilan di semua ajang kompetisi.