- Teja Paku Alam tidak dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 meskipun dominan di Persib.
- Statistik penyelamatan Teja (47 saves) kalah jauh dibandingkan kiper lokal pilihan pelatih John Herdman.
- Usia Teja yang mencapai 31 tahun tidak sesuai dengan visi regenerasi dan peremajaan skuad oleh pelatih.
Suara.com - Dominasi Teja Paku Alam di bawah mistar gawang Persib Bandung sepanjang musim Super League 2025/2026 ternyata belum cukup memikat hati pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Meski mencatatkan statistik clean sheet atau nirbobol yang mengesankan, nama Teja justru absen dalam daftar lima kiper yang dipersiapkan untuk FIFA Series 2026 mendatang.
Padahal jika merujuk pada angka clean sheet, Teja Paku Alam adalah penguasa mutlak.
Dari 22 pertandingan bersama Pangeran Biru, ia berhasil menjaga kesucian gawangnya sebanyak 15 kali dan hanya kebobolan 10 gol.
Angka ini jauh melampaui trio kiper lokal pilihan Herdman seperti Nadeo Argawinata (8 clean sheet), Cahya Supriadi (8 clean sheet), dan Ernando Ari (7 clean sheet).
Lantas, apa yang membuat Teja tetap terpinggirkan? Salah satu faktor pembeda yang mencolok adalah intensitas ancaman yang dihadapi.
Meski gawangnya jarang kebobolan, Teja rupanya tidak sesibuk rival-rivalnya dalam melakukan penyelamatan. Data menunjukkan bahwa dalam urusan ini, Teja justru tertinggal jauh.
Nadeo Argawinata memimpin daftar kiper lokal dengan 92 kali penyelamatan bersama Borneo FC.
Posisi kedua ditempati Ernando Ari dengan 82 aksi, disusul Cahya Supriadi dengan 74 saves.
Baca Juga: Tertinggal 6 Poin dari Persib, Orang Dalam Ungkap Jurus Jitu Persija Juara Musim Ini
Sementara itu, Teja Paku Alam hanya berada di peringkat keenam dengan koleksi 47 penyelamatan. Ia bahkan kalah agresif dari Miswar Saputra (64 saves) dan Aqil Savik (61 saves).
Hal ini mengindikasikan bahwa meski pertahanan Persib sangat solid, kiper lain lebih sering diuji oleh serangan lawan secara langsung.
Selain urusan statistik teknis, filosofi John Herdman yang condong pada peremajaan skuad disinyalir menjadi penghalang bagi Teja.
Di usia 31 tahun, Teja menjadi sosok "senior" yang tidak masuk dalam kriteria regenerasi Herdman.
Seluruh penjaga gawang yang dipanggil saat ini berada di usia produktif di bawah 30 tahun.
Sebut saja Emil Audero dan Nadeo yang berusia 29 tahun, Maarten Paes (27), Ernando Ari (24), hingga Cahya Supriadi yang baru menginjak 23 tahun.