- Striker Dean Zandbergen tampil impresif bersama VVV Venlo dengan mencetak 15 gol sepanjang musim kompetisi 2025/2026.
- Performa gemilang tersebut menjadikan pemain keturunan asal Depok ini sebagai kandidat potensial untuk proses naturalisasi Timnas Indonesia.
- Zandbergen menyatakan keinginan kuat membela Timnas Indonesia demi menjaga kedekatan emosional dengan akar keluarga sang ibu.
Suara.com - Pemain keturunan Indonesia, Dean Zandbergen kembali menjadi sorotan di sepak bola Belanda.
Striker berdarah Depok ini menunjukkan performa impresif di penghujung musim, termasuk saat mencetak dua gol penting yang membantu VVV Venlo meraih kemenangan krusial.
Performa tajam tersebut membuat Zandbergen semakin kuat dikaitkan sebagai calon pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia.
Pada laga penutup musim, Zandbergen tampil sebagai bintang saat membawa VVV Venlo mengalahkan Almere City dengan skor 3-1.
Ia mencetak dua gol sekaligus dan dinobatkan sebagai Man of the Match, mempertegas insting tajamnya sebagai penyerang.
Secara keseluruhan, musim 2025/2026 menjadi panggung konsistensi bagi Zandbergen.

Ia mencatatkan 35 penampilan dengan torehan 15 gol dan tiga assist di kompetisi liga.
Kontribusi tersebut membantu VVV Venlo finis di papan tengah klasemen dengan koleksi 45 poin.
Jika proses naturalisasi berjalan lancar, Zandbergen berpotensi memberikan dimensi baru bagi lini serang Timnas Indonesia.
Dengan kombinasi ketajaman dan konsistensi, ia bisa menjadi tambahan penting dalam proyek penguatan skuad Garuda di level internasional.
Kehadirannya dinilai bisa menjadi solusi di lini depan Garuda yang tengah membutuhkan sosok striker produktif.
Sementara itu, di tengah performa gemilangnya, kompetisi di Belanda justru sedang diramaikan oleh isu Paspoortgate, sebuah polemik administrasi pemain yang berdampak pada sejumlah pemain diaspora. Namun situasi itu tidak menggoyahkan sikap Zandbergen.
Dalam wawancara bersama FC AFKICKEN, ia justru melihat sisi positif dari kondisi tersebut.
“Aku justru senang bahwa aku belum memiliki paspor itu, karena jika sudah, kamu juga akan menghadapi semua keributan,” ujarnya.
“Jadi, ya, aku akan berbohong kalau bilang aku tidak menginginkannya,” tegas Zandbergen.