- Jordi Amat, bek Persija, berharap tim dapat kembali menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) sebagai kandang.
- Jordi menyoroti kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS) yang dinilai buruk dan menghambat performa tim.
- Performa Persija di GBK lebih superior, meraih empat kemenangan dari lima laga kandang sebelumnya, berbeda dengan di JIS.
Suara.com - Bek Persija Jakarta, Jordi Amat, secara terbuka menyuarakan harapannya agar tim kembali bermarkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Ia menilai performa Macan Kemayoran lebih optimal saat bermain di stadion tersebut dibandingkan di Jakarta International Stadium.
Kondisi lapangan di JIS menjadi sorotan utama. Menurut Jordi, kualitas rumput yang belum ideal membuat permainan tim tidak berkembang maksimal.
Hal ini terlihat dari dua laga kandang terakhir di JIS saat menghadapi Borneo FC dan Dewa United yang berakhir tanpa kemenangan.
Catatan tersebut kontras dengan performa Persija saat tampil di GBK.
Dari lima pertandingan kandang di stadion kebanggaan ibu kota itu, Persija mampu meraih empat kemenangan dan hanya sekali kalah.

Sementara di JIS, dari enam laga kandang, mereka lebih sering kehilangan poin dengan empat hasil imbang.
Situasi ini membuat Jordi berharap empat laga kandang tersisa musim ini bisa digelar di GBK.
Terakhir kali Persija bermain di sana adalah saat menghadapi Arema FC pada 8 Februari 2026, sebelum stadion dipersiapkan untuk agenda FIFA Series 2026.
"(Lapangan) sangat buruk. Bola memantul terus-menerus. Kadang melaju cepat, kadang sangat lambat. Bola tidak bergulir lurus. Bisa dilihat sendiri, rasanya seperti sedang memainkan olahraga lain," kata Jordi Amat kepada awak media.
"Jadi saya tidak tahu kenapa kami main di sini. Saya rasa ini merugikan kami. Kami memainkan sepak bola yang bagus, tapi ini bukan alasan. Kami sudah tahu risikonya dan sudah mencoba yang terbaik."
"Saya harap kami bisa bermain di GBK, itu akan lebih baik bagi kami," tuturnya menambahkan.
Hasil kurang maksimal di kandang membuat Persija gagal memangkas jarak dari Persib Bandung yang masih kokoh di puncak klasemen.
Selisih poin yang mencapai enam angka menjadi tantangan tersendiri di sisa musim.
Meski demikian, Jordi tetap optimistis. Dengan sembilan pertandingan tersisa, termasuk empat laga kandang, peluang untuk bersaing masih terbuka.