- Posisi manajer timnas Indonesia masih kosong sejak ditinggalkan Sumardji pada Desember 2025 lalu.
- John Herdman menyusun staf kepelatihan internasional, termasuk konsultan Alistair Smith dari Inggris.
- Beberapa staf baru seperti Cesar Meylan dan Dzikri Lazuardi telah bergabung dalam struktur tim kepelatihan.
Suara.com - Di tengah upaya John Herdman membangun fondasi baru di Timnas Indonesia, satu posisi penting justru belum terisi hingga saat ini.
Adalah kursi manajer tim masih kosong setelah ditinggalkan oleh Sumardji pada Desember 2025 lalu.
John Herdman diketahui tengah menyusun tim kepelatihan dengan nuansa internasional, khususnya dari Inggris.
Sejumlah nama telah bergabung untuk memperkuat struktur tim, namun peran manajerial yang krusial belum memiliki pengganti.
Dari sisi pengembangan, Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers sebelumnya mengumumkan kehadiran Alistair Smith.
Konsultan asal Inggris tersebut akan berkontribusi dalam modernisasi kurikulum kepelatihan dan bergabung dengan departemen pendidikan serta pengembangan PSSI.
Sementara itu, Herdman juga melibatkan sejumlah staf dari berbagai latar belakang.
Cesar Meylan hadir sebagai pelatih performance asal Kanada untuk mendukung aspek kebugaran tim.
Dari dalam negeri, Sofie Imam Faizal dipercaya mengisi peran pelatih fisik. Nama lain yang tetap dipertahankan adalah Nova Arianto, yang sebelumnya menjadi asisten Shin Tae-yong selama lima tahun.
Selain itu, Dzikri Lazuardi bergabung sebagai video analis setelah memiliki pengalaman bersama sejumlah klub seperti Persija Jakarta, Persipura Jayapura, dan Persis Solo.
Di tengah penyusunan tim tersebut, muncul pula kabar terkait Simon Grayson yang disebut-sebut akan menjadi bagian dari staf kepelatihan.
Melalui media sosial pribadinya, Grayson mengklaim bakal bergabung dengan staf kepelatihan Herdman di skuad Garuda.
Namun hingga kini, pihak PSSI belum memberikan konfirmasi resmi mengenai status tersebut.
Meski komposisi staf kepelatihan semakin lengkap, kekosongan di posisi manajer tetap menjadi perhatian.
Peran ini dinilai vital karena berkaitan langsung dengan koordinasi tim di luar lapangan, termasuk urusan administratif dan operasional.