- Timnas Indonesia di era John Herdman berpotensi memaksimalkan skema bola mati sebagai senjata utama untuk mencetak gol.
- Kembalinya Elkan Baggott dengan postur 1,96 meter menjadi ancaman serius di udara, terutama saat situasi sepak pojok dan tendangan bebas.
- Skuad Garuda juga didukung oleh eksekutor bola mati berkualitas seperti Calvin Verdonk dan Kevin Diks untuk menyempurnakan taktik ini.
Suara.com - Era baru Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman akan segera dimulai dengan harapan besar dari para penggemar.
Laga krusial melawan St Kitts and Nevis di ajang FIFA Series 2026 akan menjadi panggung pembuktian perdana bagi sang pelatih.
Di balik skema permainan baru, kehadiran Elkan Baggott ternyata memberikan sebuah opsi senjata mematikan yang bisa menjadi solusi jitu di atas lapangan.
Senjata rahasia yang dimaksud tak lain adalah efektivitas dalam mengeksekusi skema bola mati atau set pieces.
Strategi ini terbukti sangat ampuh di panggung sepak bola modern dan kerap menjadi pilihan pragmatis bagi seorang pelatih baru untuk meraih kemenangan.
Banyak tim-tim besar dunia bahkan menjadikan situasi bola mati sebagai senjata utama mereka untuk mencetak gol-gol krusial.
Timnas Indonesia sendiri kini memiliki modal yang sangat menjanjikan untuk bisa memaksimalkan taktik tersebut.
Kombinasi antara eksekutor tendangan yang akurat dengan deretan pemain bertubuh jangkung menjadi keunggulan utama skuad Garuda saat ini.
Nama-nama seperti Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Ole Romeny bisa diandalkan sebagai penendang bola mati berkualitas.
Kehadiran Dony Tri Pamungkas juga memberikan variasi serangan mematikan lewat kekuatan kaki kirinya yang sulit ditebak.
Meskipun, absennya Thom Haye dan Marc Klok yang dikenal memiliki umpan akurat tentu akan cukup terasa di lini tengah.
Namun, ancaman sesungguhnya justru datang dari para pemain yang siap menyambut umpan-umpan matang di depan gawang lawan.
Kembalinya sosok Elkan Baggott ke dalam skuad menjadi ancaman nyata yang sangat menakutkan bagi barisan pertahanan lawan di udara.
Dengan postur menjulang setinggi 1,96 meter, ia dipastikan akan sangat unggul dalam duel-duel bola atas di dalam kotak penalti.
Baggott bahkan bisa difungsikan sebagai seorang target man dadakan dalam situasi sepak pojok atau tendangan bebas tidak langsung.