Eksel Runtukahu tampil gemilang mencetak dua gol kemenangan Persija Jakarta atas Persebaya Surabaya.
Pelatih Mauricio Souza merekomendasikan Eksel untuk segera dipanggil memperkuat Timnas Indonesia tahun ini.
Statistik enam gol musim ini memperkuat posisi Eksel sebagai penyerang lokal paling potensial.
Suara.com - Mauricio Souza meyakini performa gemilang Eksel Runtukahu sangat layak mendapatkan tempat di skuat Timnas Indonesia.
Lonjakan kualitas penyerang Persija Jakarta ini menjadi jawaban atas kebutuhan striker lokal tajam bagi Garuda.
Keyakinan tersebut menguat setelah kontribusi masif sang pemain membawa Macan Kemayoran menghancurkan Persebaya Surabaya semalam.
![Striker Persija Jakarta, Eksel Runtukahu merayakan golnya ke gawang Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League 2025/2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). [Dok. IG Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/11/84597-striker-persija-jakarta-eksel-runtukahu.jpg)
Piala AFF 2026 dianggap sebagai panggung yang paling masuk akal bagi Eksel untuk membuktikan kapasitas internasionalnya.
Ketiadaan agenda FIFA pada turnamen tersebut membuka pintu lebar bagi bintang-bintang liga domestik untuk bersinar.
Pertandingan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 menjadi saksi bisu kehebatan pemain berusia 27 tahun itu.
Dua gol dilesakkan Eksel untuk memastikan kemenangan telak tiga gol tanpa balas atas tim tamu.
Gol pembuka keunggulan tercipta melalui skema serangan yang rapi pada menit ke-53 babak kedua dimulai.
Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-75 sekaligus mengunci tiga poin penuh.
Performa ini sekaligus membungkam keraguan publik mengenai konsistensi lini depan tim ibu kota musim ini.
Dukungan Penuh Mauricio Souza Untuk Level Internasional
Keberhasilan mengeksploitasi lini pertahanan lawan membuat sang pelatih tidak ragu memberikan apresiasi setinggi langit.
Eksel dianggap memiliki atribut lengkap yang dibutuhkan untuk bersaing di bawah arahan pelatih tim nasional.
"Eksel hari ini adalah pemain terbaik bagi saya. Menjawab pertanyaan sebelumnya, menurut saya dia memang layak bersaing untuk Timnas Indonesia," ujar Souza dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Pernyataan tersebut mencerminkan betapa pentingnya peran sang pemain dalam skema taktik yang dijalankan Persija.
Souza menilai adaptasi cepat Eksel terhadap dinamika pertandingan merupakan keunggulan yang jarang dimiliki penyerang lain.
Hingga saat ini Eksel telah mengoleksi total enam gol dan dua umpan matang bagi rekan setimnya.
Catatan impresif tersebut diraih hanya dalam 18 kali kesempatan bermain bersama Persija Jakarta musim ini.
Eksel membuktikan dirinya tetap tajam meskipun harus bersaing ketat dengan barisan penyerang asing papan atas.
Namanya kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak ketiga di internal klub di bawah Maxwell dan Allano.
Konsistensi ini menjadi modal berharga baginya untuk terus mengamankan posisi utama di lini depan tim.
Strategi Pengisian Posisi Utama Lini Depan Persija
Absennya Gustavo Almeida memberikan berkah tersendiri bagi Eksel untuk unjuk gigi sejak menit pertama dimainkan.
Ia mampu menjalankan instruksi pelatih dengan sempurna saat Alaaeddine Ajaraie harus mengawali laga dari bangku cadangan.
Efektivitas pemanfaatan peluang menjadi kunci utama mengapa Eksel kini menjadi favorit baru para pendukung setia.
Piala AFF yang dijadwalkan pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 menjadi target realistis berikutnya.
Kemampuan penyelesaian akhir yang mumpuni diharapkan mampu menular saat mengenakan seragam Merah Putih nanti.
Turnamen Piala AFF 2026 mendatang diprediksi akan menjadi ajang eksperimen pemain bagi tim kepelatihan Indonesia.
Karena tidak masuk dalam kalender resmi FIFA klub-klub biasanya lebih leluasa melepas pemain lokal mereka.
Eksel Runtukahu sendiri terus menunjukkan progres signifikan sejak bergabung dengan Persija Jakarta pada musim lalu.
Persaingan lini depan Timnas Indonesia yang ketat membutuhkan sosok alternatif dengan tipikal pekerja keras seperti dirinya.
Kemenangan atas Persebaya ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan penyerang lokal di kasta tertinggi kompetisi Indonesia.