- Pelatih Bojan Hodak menghadapi dilema pemilihan penyerang untuk laga Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion GBLA.
- Pertandingan yang berlangsung pada Jumat (24/4/2026) ini krusial bagi Persib untuk mempertahankan posisi puncak klasemen BRI Super League.
- Kualitas merata dari para striker seperti Andrew Jung dan Ramon Tanque memberikan opsi taktis luas bagi tim.
Suara.com - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tengah menghadapi dilema taktik yang menyenangkan jelang laga krusial menghadapi Arema FC dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Ketersediaan deretan penyerang tajam yang tengah kembali menemukan sentuhan emasnya justru membuat arsitek asal Kroasia itu kebingungan menentukan sebelas pemain pertama di Stadion GBLA pada Jumat (24/4/2026).
Situasi surplus predator di lini depan ini menjadi sinyal bahaya bagi tim tamu sekaligus mengukuhkan ambisi skuad Maung Bandung untuk mengamankan takhtaklasemen.
Dilema Menyenangkan di Lini Serang Maung Bandung
![Striker Persib Bandung, Andrew Jung. [Suara.com/Rahman]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/30/92668-andrew-jung.jpg)
Produktivitas barisan ujung tombak tim asal Jawa Barat ini secara bergantian terus menunjukkan tren positif dalam beberapa pertandingan krusial terakhir.
Fakta bahwa Andrew Jung dan Ramon Tanque sukses menyarangkan bola ke gawang lawan secara bergantian menjadi bukti nyata betapa meratanya kualitas penyerangan mereka.
Kondisi persaingan internal yang sehat ini memaksa jajaran pelatih untuk menganalisis lebih dalam mengenai siapa sosok yang paling layak memimpin lini serang sejak menit awal.
"Kita lihat siapa yang akan jadi starter. Hal baiknya adalah kami punya tiga striker bagus, jadi ini bikin saya pusing (memilih) siapa yang dipasang," kata Bojan Hodak.
Sang juru taktik menyoroti bagaimana dua penyerang andalannya saling berlomba memberikan kontribusi maksimal setiap kali diberikan menit bermain di atas lapangan.
Pembelaan untuk Adaptasi Sergio Castel
"Karena sebelumnya Jung mencetak gol, lalu Ramon juga mencetak gol, sekarang di laga terakhir Jung kembali membuat gol lagi," ungkapnya.
Di tengah moncernya rekan-rekan setimnya, sorotan publik juga tertuju pada sosok striker asal Spanyol, Sergio Castel, yang keran golnya masih tertutup rapat hingga saat ini.
Meski belum mencatatkan namanya di papan skor, jajaran pelatih menilai lambatnya proses adaptasi tersebut sebagai sebuah kewajaran yang tak perlu
dibesar-besarkan.
"Sergio (Castel) datang, dia belum siap karena tidak berada di tim di putaran pertama musim ini," katanya.
Ketidakhadiran eks penyerang asal benua biru tersebut pada masa pramusim membuatnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk menyatu dengan ritme kompetisi sepak bola Indonesia.
Senjata Rahasia dan Panasnya Latar Belakang Persaingan
"Dia juga pemain yang sangat bagus. Sekarang bisa dilihat di latihan dia semakin membaik," ujarnya.
Kedalaman skuad di sektor penyerangan semakin mengerikan karena sang juara bertahan masih menyimpan Uilliam Barros sebagai opsi alternatif serba bisa.
"Jika dibutuhkan, Barros juga bisa main sebagai striker. Dia juga diturunkan beberapa laga sebagai striker dan mencetak gol," ucapnya.
Pertarungan menghadapi Singo Edan akhir pekan ini sarat akan tekanan gengsi mengingat ketatnya persaingan perebutan gelar juara dengan rival terdekat.
Tiga poin penuh menjadi harga mati bagi Pangeran Biru jika tidak ingin posisi mereka di pucuk klasemen tergusur secara matematis menjelang berakhirnya liga.
"Jadi bagi saya tidak masalah siapa yang main, yang paling penting mereka mencetak gol," ucapnya.
"Jadi siapa pun yang saya mainkan, selama mereka cetak gol, itu bagus," tegas pelatih yang membawa Persib back to back juara Liga 1 ini.
Kontributor : Rahman