- Persib Bandung memimpin klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan 65 poin dan berpeluang meraih gelar juara hattrick musim ini.
- Borneo FC dan Persija Jakarta terus memberikan tekanan ketat kepada Persib dalam perebutan trofi hingga enam pertandingan terakhir.
- Kompetisi BRI Super League 2025/2026 menjadi liga paling kompetitif di Asia Tenggara karena kualitas tim yang sangat merata.
Suara.com - Persaingan memperebutkan trofi kasta tertinggi BRI Super League 2025/2026 kini memasuki fase paling krusial dengan melibatkan tiga kekuatan besar sepak bola Indonesia di papan atas.
Persib Bandung sebagai pemuncak klasemen sementara dengan koleksi 65 poin tengah dibayangi ambisi besar Borneo FC dan Persija Jakarta yang siap melakukan kudeta di pekan-pekan terakhir.
Simulasi poin menunjukkan bahwa skuad Pangeran Biru berpeluang besar mencetak sejarah hattrick juara jika mampu menyapu bersih kemenangan di enam laga sisa, meski rintangan berat dari rival klasik sudah menanti.
Skenario Pangeran Biru Menuju Takhta Ketiga
![Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak saat dijumpai awak media. [Suara.com/Rahman]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/15/30210-pelatih-persib-bandung-bojan-hodak.jpg)
Langkah awal Persib untuk mengunci gelar dimulai dengan menjamu Arema FC pada Jumat (24/4) di Stadion GBLA, di mana dukungan penuh Bobotoh menjadi kartu as bagi tim tuan rumah.
Secara statistik, skuad asuhan Bojan Hodak lebih diunggulkan karena pada pertemuan pertama di Stadion Kanjuruhan, mereka sukses mempermalukan Singo Edan
dengan skor tipis 2-1.
Ujian berikutnya datang dari Bhayangkara FC pada 30 April, sebuah laga yang diprediksi akan menjadi milik Persib mengingat tren negatif sang lawan yang menelan dua kekalahan beruntun.
Keunggulan kualitas pemain juga diperkirakan akan membuat Persib mendulang poin penuh saat menjamu PSIM Yogyakarta pada 4 Mei mendatang di Bandung.
Namun, tantangan sesungguhnya bagi Maung Bandung baru akan muncul saat mereka harus melakoni dua laga tandang beruntun melawan Persija Jakarta dan PSM Makassar.
Berdasarkan dinamika rivalitas yang tinggi, ada kemungkinan Persib akan kehilangan poin di markas Macan Kemayoran dan harus puas berbagi angka saat bertandang ke Sulawesi.
Laga penutup melawan Persijap Jepara pada 22 Mei akan menjadi panggung penentuan, di mana Persib diprediksi mampu membalas kekalahan putaran pertama sekaligus mengunci total 77 poin.
Ancaman Nyata Pesut Etam di Tikungan Terakhir
Borneo FC yang saat ini menguntit di posisi kedua tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki jadwal sisa yang relatif lebih menguntungkan dibandingkan pemuncak klasemen.
Pesut Etam dijadwalkan menjamu Semen Padang pada Sabtu (25/4) dan diprediksi tidak akan menemui kesulitan berarti untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Perjalanan mereka akan sedikit terhambat saat bertamu ke markas Persik Kediri pada 29 April, di mana hasil imbang dianggap sebagai pencapaian paling realistis bagi tim tamu.