- Pelatih Mauricio Pochettino menyatakan optimisme kepada Presiden Donald Trump terkait peluang timnas Amerika Serikat menjuarai Piala Dunia 2026.
- Pochettino berupaya membangun mental kompetitif para pemain karena absennya tekanan laga kualifikasi sebagai tuan rumah turnamen tersebut.
- Superkomputer Opta memprediksi Amerika Serikat sebagai favorit utama pemenang Grup D Piala Dunia 2026 dengan peluang 33 persen.
Suara.com - Pelatih timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mengungkap isi percakapannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait peluang tuan rumah menjuarai Piala Dunia 2026.
Dalam sebuah podcast, Pochettino mengaku tetap optimistis saat ditanya langsung oleh Trump apakah Amerika Serikat mampu mengangkat trofi di kandang sendiri.
“Dia bertanya apakah kami bisa menjuarai turnamen, dan saya jawab tentu saja,” kata Pochettino dilansir dari football360.
“Dalam sepak bola, semuanya mungkin.” lanjut pelatih asal Argentina tersebut.
Mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain itu mengakui tantangan terbesar timnya adalah membangun mental kompetitif para pemain.

Menurutnya, status Amerika Serikat sebagai tuan rumah membuat tim lolos otomatis tanpa tekanan laga kualifikasi, sehingga pemain sulit merasakan atmosfer pertandingan hidup-mati sebelum turnamen.
“Kami harus mengubah pola pikir mereka. Tidak ada pertandingan yang benar-benar persahabatan,” ujarnya.
Amerika Serikat mendapat suntikan moral setelah bek kanan Sergiño Dest kembali bermain bersama PSV Eindhoven usai absen hampir dua bulan karena cedera hamstring.
Dest menegaskan dirinya bekerja keras demi bisa pulih tepat waktu untuk tampil di Piala Dunia 2026.
“Saya ingin berada di Piala Dunia, jadi saya melakukan semua yang saya bisa untuk kembali secepat mungkin,” katanya.
Sementara itu, Superkomputer Opta menempatkan Amerika Serikat sebagai favorit juara Grup D Piala Dunia 2026 dengan peluang 33 persen.
AS unggul tipis atas Turki yang memiliki probabilitas 28,81 persen, sementara Paraguay berada di angka 20,66 persen.
Adapun Australia disebut sebagai tim dengan peluang terkecil menjuarai grup, hanya 17,53 persen.